Walikota Langsa Diminta Cambuk, Mantan Ketua LSM Fakta Jangan “Memperorang-orang” Diri
METRORAKYAT.COM, LANGSA – Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda, HM Ali Abusyah atau yang akrab disapa Abu Alex, Rabu (8/9/2021) menegaskan, jangan ada pihak-pihak yang “memperorang-orang” diri dalam kasus dugaan mesum Walikota Langsa pasca Ketua LSM KIBAR Aceh, Muslim alias Cut Lem, mengeluarkan statement di berbagai media, yang mengharapkan Walikota Usman Abdullah segera di cambuk.
“Saya heran, orang yang mengaku Mantan Ketua LSM Fakta bernama Rabono Wiranata itu siapa ya. Kok terkesan membabi-buta begitu mengeluarkan opini pribadinya di media, yang menyebut Cut Lem menghibur diri sendiri dalam perkara hukum yang dihadapinya di Polda Aceh terkait laporan Walikota Usman Abdullah. Urusannya apa? Fungsi dia itu sebenarnya sebagai apa. Pembela kebenaran kah, pembela hukum kah, atau pembela yang bayar. Jadi dalam kasus dugaan mesum Walikota Usman Abdullah ini sebaiknya orang yang bernama Rabono Wiranata ini jangan “memperorang-orang” diri. Nanti kalau di jerat hukum, menangis gak”, ujar Abu Alex.
Untuk itu Abu Alex menambahkan semua pihak harus bersikap arif dan bijaksana dalam melihat kasus dugaan mesum Walikota Langsa ini. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, dan tanpa intervensi pihak manapun. Apalagi, oknum-oknum tertentu seperti Rabono Wiranata itu, agar tidak menggiring opini pribadinya untuk menjustifikasi pihak lain sebagaimana yang dia maksud.
“Jadi, kalau tidak tau masalah jangan asal bunyi. Ini berbahaya. Nanti kena masalah atas diri sendiri kan repot. Apalagi kalau udah berurusan dengan hukum, gak akan ada beking sana beking sini. Semua akan dihadapi sendiri nantinya”, ujar Abu Alex.
Sementara itu, dalam pemberitaan pada salah satu media online, diketahui Mantan ketua LSM FAKTA, Rabono Wiranata, atau yang lebih dikenal dengan panggilan akrabnya Wira, menanggapi statemen Ketua Kibar Aceh, Cut Lem, terkait desakan agar Walikota Langsa Usman Abdullah segera dicambuk terkait dugaan mesum di Pendopo Langsa merupakan ungkapan menghibur diri.
Selain itu, Wira juga mengaku, Cut Lem terkesan bagai dikejar bayangan memikirkan kasusnya yang saat ini tengah bergulir di Mapolda Aceh sehingga ngawur dalam memberikan keterangan kepada awak media.
Menurutnya, Cut Lem dalam pemberitaan yang naik disejumlah media online Rabu hari ini, dirinya telah mengeluarkan statement yang menyesatkan, seharusnya dia mengerti dimana setiap kasus atau permasalahan harus terlebih dahulu melewati sebuah proses guna mengetahui salah dan benarnya suatu perkara tersebut.
Ia menambahkan, suatu perkara semua harus terlebih dahulu melalui sebuah proses yaitu pemeriksaan oleh pihak berwenang, setelah lengkap unsur serta bukti-bukti untuk memperkuat apa yang dituduhkan itu, baru selanjutnya mengarah kepada sanksi hukum.
“Jadi tidak serta merta Cut Lem sebagai Ketua Kibar Aceh meminta DSI untuk melakukan cambuk terhadap Walikota Langsa Usman Abdullah sementara dirinya tidak mengantongi bukti-bukti otentik sesuai prosedur hukum jinayat dan ini jelas ngawur,” tegasnya.
Lebih lanjut Wira menjelaskan, kasus yang dibeberkan Cut Lem ini adalah untuk menggiring opini publik dan merusak nama baik Walikota pada khususnya dan Kota Langsa pada umumnya, oleh karena itu saya sebagai pemerhati masyarakat berharap kepada warga kota Langsa tidak termakan isu-isu yang digemboskan oleh Ketua LSM Kibar Aceh Cut Lem.
Dirinya juga mengatakan, dalam kasus ini berat dugaan dipicu dan disebabkan oleh tidak kesampaiannya maksud dan tujuan yang pernah diajukan kepada Walikota oleh Cut Lem.
“Sehingga karenanya Cut Lem mencari celah dengan cara memanfaatkan Nuraina alias Ai, untuk menebarkan Fitnah terhadap Walikota, tutup Wira mantan ketua Fakta yang juga penggiat media tiga wilayah saat ini kepada wartawan (MR/FAHRID)
