Pandemi Covid-19, Bank Mandiri Tumbuh Positif
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dimasa pandemi Covid-19, kinerja Bank Mandiri semakin tumbuh positif dimana Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit yang disalurkan cukup baik.
Hal itu disampaikan Drektur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin, solidnya kinerja finansial di akhir triwulan II-202 terlihat adannya capaian laba bersih perseroan yang tumbuh 21,45 persen menjadi Rp12,5 triliun.
Pertumbuhan yang disokong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50 persen menjadi Rp 35,16 triliun, serta pertumbuhan pendapatan berbasis jasa (fee based income) sebesar 17,27 persen menjadi Rp15,94 triliun.
“Kami memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada dan diharapkan akan terus meningkat. Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan,” terang Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/9/2021).
Bank Mandiri yang berkomitmen untuk tetap memberikan layanan dan kinerja secara optimal, tetap mengedepankan pertumbuhan bisnis dengan kualitas yang baik.
“Pada triwulan II 2021 ini pertumbuhan bisnis dan profitabilitas terus menunjukan kinerja yang membaik, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ucapnya.
Dari sisi pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri mencetak pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 16,4 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp1.014,3 triliun.
Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen wholesale banking yang tercatat tumbuh 7,13 persen YoY menjadi Rp 534,2 triliun per akhir kuartal II 2021. Sementara pembiayaan ke segmen UMKM tercatat naik 20,1 persen YoY menjadi Rp98,3 triliun hingga kuartal II 2021.
“Pertumbuhan tersebut juga diimbangi dengan kualitas kredit yang cukup terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 3,08 persen turun 21bps YoY,” imbuhnya.
Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), DPK Bank Mandiri secara konsolidasi hingga kuartal II 2021 tumbuh 19,73 persen YoY menjadi Rp1.169,2 triliun, dengan komposisi dana murah sebesar 68,49 persen.
Pertumbuhan dana murah terutama di dorong oleh pertumbuhan giro (bank only) sebesar 40,9 persen YoY di triwulan II 2021. (MR/156).
