Puluhan Pengunjuk Rasa LARI, Minta Kejari Periksa Kadisdik Kota Medan
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Puluhan pengunjukrasa yang tergabung dalam Laskar Anak Negeri (LARI), menuntut Kejari Medan agar menggusut dan memeriksa dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan serta rekanan proyek terkait dana rehab gedung SD, SMP, di Kota medan senilai Rp 43 Milyar.
Dalam aksinya, kordinator aksi Sofyandi Lubis dan Irham juga mempersoalkan adanya dugaan korupsi dana seminar karakter bagi kepala sekolah dan pengawas SD, SMP, yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Mereka juga menginformasikan tentang korupsi dana pengadaan buku paket di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Medan yang diduga syarat KKN.
Selain para pengunjukrasa juga mendesak agar Walikota Medan Dzulmi Eldin agar mencopot Kadisdik Medan HB dari jabatan.
“Kita minta jabatannya di copot dan meminta agar pihak Kejari Medan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan,” ucapnya.
Dalam aksi tersebut, para pengunjukrasa diterima perwakilan dari Kejari Medan dalam Kasi Intel Kejari Medam, Syafrudianto.
Kepada para pengunjukrasa, Syafrudianto mengucapkan terimakasih atas kedatangan pengunjukrasa dan informasi yang telah disampaikan kepada pihak kejaksaan.
Usai melaksanakan aksinya, para pengunjukrasa pun membubarkan diri.
Dalam aksinya, LARI tidak hanya melakukan aksi unjukrasa ke Kejari Medan dimana sebelumnya juga melakukan aksi unjukrasa di kantor Disdik Medan.
Dimana aksi unjukrasa ini bertepatan dengan kedatangan Presiden Joko Widodo dalam menghadiri acara pembukaan Munas KAHMI ke-10 di Hotel Santika Medan.(MR10/red)
