Mantan Dekan Fkip UMSU Dibunuh Mahasiswa Sendiri Saat Ambil Air Wudu

Mantan Dekan Fkip UMSU Dibunuh Mahasiswa Sendiri Saat Ambil Air Wudu

MetroRakyat.com | MEDAN – Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tepat di tanggal 2 bulan Mei  di cederai oleh Roy Siregar (21) mahasiswa semester 6 Fakultas FKIP Pendidikan Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Pria yang berasal dari Padang Sidempuan dan kini ngekost di Jalan Tuasan, Kec. Percut Sei Tuan tega mengakhiri hidup Nur Ain Lubis yang tak lain adalah dosennya sendiri, Senin (2/4) pukul 15.15 wib.

Awal cerita, Nur Ain yang saat itu usai mengajar pelajaran Propesi Pendidikan bagi semester 4 di lantai 3 ini masuk kekamar mandi.

“Sebelum kejadian pembunuhan itu bang, Bunda (sapaan akrab mahasiswa kepada Nur Ain) mengajar kami. Dari pukul 14 sampai 15 bang. Dan memang biasa usai mengajar bunda sering kekamar mandi Gedung FKIP lantai I,” Terang seluruh mahasiswi FKIP UMSU.

Kurang dari 15 menit berada di dalam kamar mandi yang berukuran 1×2 meter tersebut. Datanglah Roy dengan membawa pisau mendekat ke arah calon korbannya.

Tanpa menunggu lama, Roy langsung membesit leher Nur Ain hingga darah segar pun bercucuran dari lehernya. Kalang kabut melihat korbannya tidak berdaya. Roy memutuskan lari ke luar kamar mandi dan bersembunyi ke Gedung Fakultas Ekonomi.

Para mahasiswa dan mahasiswi lain yang melihat dosennya tidak berdaya didalam kamar mandi langsung berteriak histeris. Para dosen dan kolega Nur Ain yang mengetahui hal tersebut langsung menghubungi pihak Polresta Medan.

Mendapatkan kabar adanya kasus Pembunuhan di dalam Kampus UMSU, tak butuh waktu lama hanya jangka waktu 15 menit. Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto dan jajarannya. Seperti, Kasat Reskrim, Kasat Shabara dengan ribuan personil turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Amatan MetroRakyat.com, di lokasi, terlihat Nur Ain langsung di boyong Ke RSU Imelda Jalan Bilal. Namun, cerita kelam di dalam kampus UMSU belum berakhir. Disaat pihak kepolisian ingin memboyong pelaku ke kantor polisi, para mahasiswa mencoba menghadang palaku dan ingin menghabisi nyawa pelaku.

“Keluar kau binatang. Sudah gak ada otak kau. Keluar kau kami matikan kau,” Seru seluruh Mahasiswa yang di blokade pihak kepolisian saat ingin menghadang roy yang sembunyi di dalam kamar mandi Gedung Fakultas Ekonomi.

Pihak kepolisian yang tidak bisa membawa pelaku, keluar dari gedung kampus, meminta bantuan dari satpam kampus untuk memulangkan seluruh Mahasiswa yang jujur saja disana tampak ke setanan dengan perangai sangar.

Namun, lagi-lagi para Mahasiswa UMSU tetap saja tidak mau keluar dari tempat persembunyian Roy Siregar.” Jangan halang-halangi kami. Kami Mahasiswa kamu terpelajar,” Seru Mahasiswa Kembali.

Tidak mau kehilangan akal. Kepolisian mau tidak mau memberanikan diri membawa Roy dari hadangan puluhan Mahasiswa. Tak pelak Roy pun menjadi bulan-bulan Mahasiswa yang kesal melihat tingkah kriminalnya. Sehingga empat kaca majalah dinding (mading) di Gedung Ekonomi Pacah dan beserakan di lantai.

Pihak kepolisian yang merasa sudah terkepung dalam melakukan tugas langsung membawa beberapa Mahasiswa yang di duga menjadi provokator.

Disaat berada di luar Gedung Ekonomi, pihak kepolisian yang mengendarai kreta tril langsung memberikan tembakan ke atas tak kurang dari 3 kali, sehingga kepolisian pun berhasil membawa keluar Pelaku dan beberapa mahasiswa yang diduga sebagai profokator.

Para Dosen dan Mahasiwa UMSU yang berhasil di mintai keterangan mengatakan bila Nur Ain sudah sangat lama bekerja sebagai dosen dk UMSU.” Sudah lebih dari 10 tahun menjadi dosen. Dan 2 priode menjadi Dekan FKIP UMSU.  Jujur ibu Hj Nur Ain sangat baik dan kami sangat terkejut atas kejadian ini. Sebelumnya kasus seperti ini tidak pernah terjadi. Karna memang kami belum tau pelakunya mahasiswi di sini atau tidak,” Kata Dosen FKIP UMSU yang namanya tidak ingin di ekspos.

Dwi dan Rika yang merupakan Mahasiswi FKIP UMSU mengaku tidak mengenal siapa pelaku.” Kamu tidak tau bang, tetapi bila melihat mukanya mungkin kamu tau. Karna kami semester 4 sedangkan pelaku sudah semester 6. Dia (roy) kakak kelas kami,” Ujar keduanya.

Ubai yang merupakan Mahasiswa FKIP UMSU mengatakan tidak mengerti apa motif di balik itu. ” Kalau di bilang karna nilai dia (ror) berani seperti ini. Rasanya sedikit aneh bang, karna dia masih semester tanggung, semester 6. Kalau tadi dia sudah semester akhir dan sudah mau nyusun mungkin iya motif dendam karna ini pasti ada motif lain, kalau saya duga,” Katanya yang diamini seluruh mahasiswa lain.

Dua jam setelah kejadian, awak media pun medapatkan kabar bila Nur Ain sudah tewas dan akan di Otopsi ke RSU Bhayangkara. Selanjutnya awak media pun beranjak ke RS.Bhayangkara. Tampak suasana duka terlihat dari air mata Mahasiswa-mahasiswa hingga dosen UMSU yang berada di sana.

“Kami jangan di tanya dulu lah bang, kami berduka. Apa kalian (wartawan) tidak punya hati tanya-tanya kami sekarang.” Terang perwakilan keluarga korban.

Sementara itu, Kapolresta Medan mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku melakukan penganiayaan terhadap dosennya sendiri.

“Korban tewas akibat digorok pelaku, disaat korban sedang hendak melaksnakan solat,” ujarnya.

Pada saat mengamankan pelaku, sejumlah kelompok mahasiswa yang menginginkan pelaku untuk tidak di bawa, dan mereka mencoba untuk menghakimi pelaku.

“Sempat terjadi bentrok karna sejumlah mahasiswa berupaya melakukan penghalangan terhadap petugas ketika akan mengamankan pelaku dari kepungan mahasiswa,” terang Mardiaz, sembari mengatakan motif pelaku melakukan pembunuhan masih di dalami.(peter).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.