Dalam Satu Hari Gubernur Aceh Muzakir Manaf Lantik Tiga Kepala Daerah

Dalam Satu Hari Gubernur Aceh Muzakir Manaf Lantik Tiga Kepala Daerah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEULABOH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf melantik tiga kepala daerah dalam satu hari pada hari Rabu tanggal 19 Februari 2025. Adapun ketiga kepala daerah yang dilantik tersebut yakni Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya Safwandi – Muslem Daud periode 2025-2030 yang dilantik pada pukul 10.00 wib pada rapat paripurna DPRK Aceh Jaya.

Usai pelantikan kepala daerah di Aceh Jaya, Gubernur Muzakir Manaf langsung menuju Kabupaten Aceh Barat dengan mengunakan helikopter untuk melakukan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Tarmizi,.SP, MM – Said Fadhel,.SH masa jabatan periode 2025-2030 pada pukul 12.00 wib juga diruang sidang utama DPRK Aceh Barat

Pada hari yang sama setelah melakukan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat yang selesai pukul 15.00 wib, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nagan Raya untuk melantik Bupati dan wakil Bupati Nagan Raya Dr.Teuku Raja Keumangan,.SH.MH – Raja sayang pada pukul 15.30 wib pada rapat paripurna DPRK setempat.

Dalam momen pelantikan tiga kepala daerah tersebut, baik di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang dipanggil Mualem menyampaikan sambutannya yang menekankan pentingnya menegakkan syariat Islam secara kaffah di Bumi Aceh.

Mualem menegaskan bahwa setiap azan berkumandang diharapkan semua aktivitas masyarakat harus di hentikan sementara, dan melaksanakan shalat lima waktu

Saya meminta kepada pemerintah daerah dan unsur Forkompinda didaerah masing-masing untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar saat azan berkumandang untuk menghentikan aktivitas sementara dan melaksanakan shalat lima waktu, ini demi kita menegakkan syariat Islam di Nanggroe Aceh,”Pinta Mualem dalam pidatonya saat melantik Bupati dan Wakil Bupati di tiga Kabupaten tersebut.

Selain itu, Gubernur Aceh ini juga menegaskan perlunya konsultasi dan komunikasi yang antara Bupati dan Gubernur Aceh agar program yang dilaksanakan dapat berjalan optimal. Ia mengatakan bahwa tidak ada hijab atau batasan antara Bupati dan Gubernur untuk selalu berkonsultasi dan komunikasi, ini sangat penting, karena dengan adanya koordinasi antara daerah dengan provinsi, semua program dapat kita dijalankan secara optimal.

Insyaallah, Pemerintah Provinsi sangat mendukung program-program Kabupaten/Kota di Aceh sejauh Bupati itu selalu melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak Provinsi Aceh,”pungkas Mualem. (MR/SR)

Metro Rakyat News