Musim Hujan Mengancam, BPBD Sumut Petakan 5 Jalur Rawan Longsor dan Tegaskan Siaga Darurat

Musim Hujan Mengancam, BPBD Sumut Petakan 5 Jalur Rawan Longsor dan Tegaskan Siaga Darurat
Bagikan

METRORAKYAT. COM, MEDAN – Menyambut puncak musim hujan tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menetapkan lima jalur utama di wilayahnya sebagai zona paling rawan longsor.

Pemetaan ini dilakukan berdasarkan data kejadian bencana tiga tahun terakhir yang menunjukkan tren peningkatan di sejumlah titik kritis.

Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana menjelang Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan BPBD se-Sumatera Utara yang akan digelar besok.

“Kami identifikasi jalur-jalur dengan tingkat frekuensi longsor tertinggi. Ada lima kawasan utama yang perlu diwaspadai, yakni Medan–Berastagi, Siborong-borong–Sidempuan, Siborong-borong–Tapanuli Utara, Merek–Dairi, serta Gunung Sitoli–Nias Barat,” ujar Tuahta di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (8/10).

Menurut Tuahta, kelima jalur tersebut memiliki tingkat kecuraman tinggi serta potensi peningkatan debit air tanah yang dapat memicu pergerakan tanah saat curah hujan ekstrem.

Beberapa daerah seperti Kabupaten Karo, Dairi, dan Humbang Hasundutan bahkan sudah berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi, berdasarkan laporan BMKG dan hasil evaluasi BPBD setempat.

“Daerah-daerah ini menjadi fokus antisipasi kami. Besok saat rapat koordinasi, kami akan menegaskan kembali agar seluruh kepala daerah menyiapkan langkah siaga bencana secara konkret,” tegasnya.

Tuahta juga mengungkapkan bahwa Instruksi Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Surat Nomor 187.54/5/IMSD/2025 telah mengamanatkan seluruh bupati dan wali kota untuk menyusun rencana kontinjensi serta menerbitkan edaran kewaspadaan bencana di wilayah masing-masing.

“Instruksi Gubernur sebenarnya sudah jelas. Namun, kami ingin memastikan implementasinya di lapangan. Karena kesiapsiagaan itu tidak cukup di atas kertas,” jelasnya.

BPBD Sumut juga meminta setiap pemerintah daerah menyerahkan bukti surat edaran resmi yang mencakup seluruh aktivitas masyarakat, termasuk di sektor wisata, religi, dan ekonomi, khususnya di kawasan perbukitan dan lereng curam.

“Kami ingin semua pihak siap, terutama pelaku wisata dan masyarakat yang beraktivitas di daerah dengan risiko tinggi,” tambah Tuahta.

Diketahui, jalur Medan–Berastagi menjadi kawasan paling rawan longsor di Sumut, dengan titik kritis di Sibolangit dan Bandar Baru. Jalur lain seperti Merek–Dairi dan Siborong-borong–Sidempuan juga kerap mengalami longsor besar setiap tahun akibat tingginya curah hujan dan kondisi tanah yang labil.

BPBD Sumut mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di daerah lereng curam dan segera melapor ke posko siaga terdekat jika menemukan tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah atau pohon yang mulai miring.

“Kita memang tidak bisa mengendalikan cuaca, tapi kita bisa mengendalikan kesiapsiagaan. Semua pihak harus aktif agar tidak ada korban,” pungkas Tuahta.(MR/red)

Metro Rakyat News