Bertemu dengan Warga Tabagsel, Nama Nikson Nababan Sudah Akrab di Telinga Warga kota Medan dan Sumatera Utara
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Langkah mantan Bupati Dua Periode asal Tapanuli Utara Nikson Nababan maju menjadi bakal calon gubernur Sumatera Utara semakin terlihat terang. Berbagai sosialisasi yang dilakukan politisi dari Partai PDI Perjuangan ini bersama tim ke berbagai elemen masyarakat dan para ulama, Tokoh Agama membuat nama Nikson Nababan semakin banyak yang mengenal baik warga Kota Medan dan masyarakat di Sumatera Utara.
H. Sobirin Harahap, SE yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Masyarakat Tabagsel Indonesia (HMTI) kepada awak media usai melakukan silaturrahmi dengan Nikson Nababan di Poel Caffee Jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung Kota Medan menjelaskan sosok Nikson Nababan adalah sosok nasionalis yang sangat dekat dengan semua orang tanpa memandang suku, ras dan agama.
“Saya mengenal Nikson Nababan yang menurut saya sangat pantas memimpin Suntaera Utara kedepannya. Selain visioner, Nikson Nababan juga sudah teruji, diakui selama kepemimpinannya menjadi bupati Taput dua periode mampu menjadikan Kabupaten Taput berkembang dan maju dari berbagai sektor, ” ujarnya, Rabu (16/5).
Keberhasilan Nikson Nababan memimpin kabupaten Taput sebut Ustadz Sobirin Harahap, menjadi modal yang kuat dan penilaian bagi warga Sumut untuk menjadi pemimpin di Sumatera Utara tahun 2024.
” Kami dari DPP HMTI bersama pengurus dan anggota tentunya saat nama Nikson Nababan mendapat rekomendasi menjadi nomor satu di Sumut sudah pasti akan memilih Nikson Nababan yang merupakan sosok nasionalis, dan sudah teruji, “ucapnya.
Sebelumnya, Nikson Nababan pada pertemuan silaturahmi sekaligus perkenalan yang dilakukan bersama tokoh Masyarakat Tabagsel yang ada di Kota Medan mengaku jika dia adalah anak guru.
Nikson Nababan mengaku bahwa sebagai putra daerah asli Sumatera Utara, bukan ujug-ujug jadi bupati. “Dari survei yang pernah dilakukan, saya nomor urut 7 dari 8 calon yang ikut sebagai kontestan Pilkada Taput 2013. Saya bersyukur, keadaan jadi berbalik setelah saya banyak bertemu masyarakat di pedesaan,” ujar Ketua DPC PDIP Taput ini.
Saat memimpin Taput, dia mengaku fokus pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pembenahan birokrasi. “Tekad saya untuk membangun itu dari desa. Hal ini sudah saya lakukan, dan berhasil saat memimpin Tapanuli Utara selama sepuluh tahun,” ungkap Nikson.
Nikson juga menjelaskan, tak jarang dirinya dan sejumlah OPD menerapkan kebijakan ‘gotong-royong’ dalam menjalankan tugasnya. APBD yang tergolong kecil membuat dirinya ‘putar otak’ demi menyesaikan persoalan masyarakat.
“Pernah suatu ketika, terjadi gempa dan rumah seorang warga ambruk. Tidak mungkin menunggu APBD tahun depan toh? Maka saya sisihkan anggaran pribadi saya, saya ajak OPD untuk gotong-royong, berhasil. Besok rumah itu kita bangun kembali,” ungkapnya.
“Artinya, APBD kita yang minim tidak menghalangi kita membangun Tapanuli Utara. Maka di mana pun saya selalu menyampaikan motto saya, Desa Kuat, Kota Maju, Negara Berdikari. Jika kita ingin memajukan suatu daerah. Mulailah dari desa,” terangnya.
Dalam hal seandainya dirinya dipercayai oleh masyarakat Sumut menjadi nomor 1, Nikson Nababan akan berupaya memajukan Sumatera Utara khususnya desa desa di kabupaten yang masih jauh dari pembangunan.
“Kita akan rubah minset semua urusan memakai uang tunai menjadi semua urusan masyarakat harus tuntas, dan penerapan The Right Men on The Right Palace, Good Geverment dan mengerti apa keinginan warga sumut, ” tutur mantan wartawan di media nasional ini. (MR/Irwan Manalu)
