Reses Antonius Tumanggor Disambut Antusias Warga, Dinas Terkait Diminta Gerak Cepat Tindaklanjuti Aspirasi

Reses Antonius Tumanggor Disambut Antusias Warga, Dinas Terkait Diminta Gerak Cepat Tindaklanjuti Aspirasi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ratusan warga antusias menghadiri kegiatan Reses VI Masa Sidang Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos, di Jalan Palem Raya, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (25/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan warga mencuat, mulai dari normalisasi sungai dan drainase, kondisi jalan, lampu penerangan jalan yang banyak mati, persoalan sampah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga akses layanan kesehatan dan bantuan sosial (bansos).

Antonius Tumanggor pun tidak ingin aspirasi tersebut hanya berhenti di forum reses. Ia secara tegas meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang hadir agar segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Salah satu keluhan disampaikan Samsul Bahri Nasution, warga Jalan Helvetia Raya yang mengaku telah 25 tahun bermukim di kawasan tersebut. Ia mengatakan masih banyak persoalan yang membutuhkan perhatian serius pemerintah, khususnya terkait drainase, jalan, sampah, penerangan jalan, PBB, hingga kesejahteraan masyarakat.

Menurut Samsul, normalisasi sungai dan drainase harus lebih digencarkan. Ia juga menyoroti sejumlah ruas jalan yang baru dicor sebagian dan meminta agar pembangunan dilanjutkan hingga tuntas.

“Sudah berpuluh-puluh kali kami sampaikan ke nomor pengaduan Dinas Perhubungan Kota Medan, tapi tak ada tanggapan,” keluhnya, sembari menyoroti banyaknya lampu penerangan jalan yang hingga kini masih mati.

Mendengar keluhan tersebut, Antonius Tumanggor langsung meminta dinas terkait bergerak. Bahkan, legislator DPRD Kota Medan dari Dapil I yang meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah dan Medan Baru itu mengumpulkan para kepala lingkungan (kepling) untuk berkoordinasi langsung dengan perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan.

“Saya tegaskan, bulan ini lampu-lampu penerangan jalan itu harus sudah menyala. Kecuali di gang-gang kecil yang tidak bisa dimasuki armada Dishub, tentu dapat kita tolerir. Namun, saya juga minta warga ikut menjaganya,” tegas Antonius.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir.
Tidak hanya soal infrastruktur, persoalan kesejahteraan dan bansos juga menjadi perhatian. Warga mengeluhkan masih adanya masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan namun belum mendapatkannya.

Antonius meminta lurah dan kepling melakukan pendataan secara lebih cermat agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Tolong betul-betul didata. Jika memang layak dibantu, mohon dibantu,” pintanya.
Antonius juga memastikan seluruh aspirasi warga tidak akan berhenti dalam kegiatan reses. Ia mengaku telah menyebarkan lembar aspirasi dan meminta masyarakat mengisi keluhan secara jelas, termasuk mencantumkan nomor telepon yang dapat dihubungi.

“Silakan sampaikan keluhan atau masukan di lembar aspirasi itu. Nanti akan kami teruskan untuk ditindaklanjuti dinas terkait,” ujarnya lagi.

Menanggapi keluhan terkait kondisi jalan yang baru dicor sebagian, perwakilan Dinas SDABMBK Kota Medan, Agustina Simbolon, memastikan ruas jalan tersebut akan dicor secara keseluruhan.

“Tunggu saja, Pak. Pasti dicor seluruhnya. Soal normalisasi sungai dan drainase juga senantiasa dilakukan. Namun kami tetap meminta warga aktif mendukung dengan tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.

Hal senada disampaikan Camat Medan Helvetia, Gunawan Perangin-angin. Ia mengatakan pihak kecamatan terus melakukan normalisasi dengan menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas).

Menurutnya, tim telah dibentuk untuk melakukan normalisasi secara bergantian sehingga seluruh kelurahan mendapat giliran.

“Kalau ada warga yang berinisiatif melakukan gotong royong massal, kami siap mendukung,” ujarnya.

Sementara terkait permintaan pengurangan biaya PBB, Gunawan menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan. Namun, pihak kecamatan siap membantu masyarakat dalam mengajukan permohonan pengurangan.

“Kalau ingin informasi lebih lanjut, silakan koordinasi dengan kepling,” katanya.

Untuk persoalan bansos, Gunawan juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar data masyarakat yang layak menerima bantuan dapat lebih mudah diketahui.

Keluhan lain datang dari Isnun yang menyoroti persoalan layanan kesehatan. Ia mengaku warga yang ingin berobat terkadang terkendala karena harus menggunakan ponsel, terutama bagi warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu.

Menanggapi hal itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Indra, menjelaskan bahwa penggunaan sistem digital merupakan kebijakan BPJS Kesehatan.

“Karena sekarang memang menggunakan sistem digital. Saya kira kalau menggunakan UHC tidak perlu pakai ponsel,” jelasnya.

Selain itu, aspirasi warga juga mendapat tanggapan dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Sutrisno, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Lumayan Manalu.

Antonius Tumanggor kembali mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menjaga lingkungan.

Ia mengajak warga menghidupkan kembali budaya gotong royong agar hubungan antarwarga semakin erat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan terbebas dari ancaman banjir.

Kegiatan reses berlangsung meriah dan hangat. Acara kemudian ditutup dengan pemberian suvenir kepada ratusan warga peserta reses serta foto bersama.(MR/Red)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan