oleh

Fraksi PDI Perjuangan Sangat Optimis Melalui Program Medan Heritage Sebagai The Kitchen of Asia Akan Terwujud Dengan Kerja Keras dan Kolaborasi  Yang Akan Dibangun Dengan Berbagai Pihak

METRORAKYAT.COM, MEDAN –  Mencermati penjelasan pemerintah kota Medan atas R-APBD tahun 2022, fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wali Kota/Wakil Wali Kota serta jajarannya yang telah bekerja keras dalam menyusun dan menyampaikan nota keuangan terkait r-apbd tahun 2022 ini. Disamping itu pula fraksi PDI Perjuangan  menggaris bawahi dasar-dasar pertimbangan penyusunan R-APBD T.A. 2022 serta skala-skala prioritas yang menjadi perhatian utama dalam arah APBD tahun ini cukup memberikan optimisme bagi warga masyarakat kota Medan di masa pandemi Covid-19. Bahwa tahun 2022 akan terdapat perubahan dan dinamika yang ber-orientasi adanya sinergi rencana pembangunan daerah dengan rencana pembangunan nasional, merupakan kunci keberhasilan implementasi sistem perencanaan pembangunan nasional, dengan thema Pembangunan Nasional dalam RKP tahun 2022 yakni “pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

“Terhadap thema pembangunan tersebut di harapkan mampu menjadi acuan pembangunan kota Medan karena menurut keyakinan kami telah di selaraskan  dengan RPJMD kota Medan tahun 2021-2026. Dengan demikian pada akhir tahun 2022 target perencanaan pembangunan kota Medan dapat dicapai,”ujar Robby Barus pada saat pembacaan Paripurna Pemandangan Umum RAPBD Tahun 2022, Senin (15/11).

Kebijakan pembangunan nasional tambahnya lagi, diharapkan nantinya dapat betul-betul singkron dengan kebijakan daerah guna terpenuhi pencapain ketiga dimensi pembangunan nasional.

Oleh karena itu, politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini, menambahkan atas nama fraksi PDI Perjuangan mengajak semua untuk senantiasa menjaga  kondusifitas kota Medan dapat tetap terjaga yang dilakukan  melalui pendekatan pembangunan politik, hukum, pertahanan dan keamanan.

Terhadap asumsi-asumsi strategis rencana pembangunan dan pro rakyat yang di tuangkan dalam 5 prioritas pembangunan daerah, dalam rangka mempertajam prioritas perencanaan dan penganggaran daerah fraksi PDI Perjuangan mendukung pemerintah daerah dalam menyukseskan program tersebut. “Fraksi kami memandang sebagai implementasi peningkatan sarana prasarana infrastruktur daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran sehingga arah prioritas yang idealnya akan ditempuh dapat tercapai sesuai dengan target yang diinginkan,”sebut ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan DPRD Kota Medan ini.

Memperhatikan berbagai asumsi-asumsi pertimbangan, arah dan sasaran dari 5 prioritas pembangunan daerah R-APBD kota Medan tahun  anggaran 2022, maka akan memberikan optimisme yang tinggi terhadap peningkatan sumberdaya manusia dan penguatan sektor-sektor basis potensial sumberdaya yang ada di kota Medan.

Atas penjabaran 5 (lima) prioritas pembangunan kota Medan dan penyampaian rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2022, Fraksi PDI Perjuangan perlu kiranya menyampaikan beberapa hal, baik berupa tanggapan, saran, kritik, dukungan dan masukan – masukan yang patut untuk dijadikan pemahaman bersama di masa yang akan datang.

“Untuk itu pada kesempatan yang terhormat ini, dapat kami sampaikan beberapa hal secara umum dari R-APBD  tahun anggaran 2022 ini  sebagai berikut :

1.Terhadap prioritas pertama yaitu terkait dengan peningkatan Infrastrukstur kota, dalam nota pengantarnya saudara Wali Kota menyampaikan pada tahun 2022 untuk sektor ke PU an dalam RPJMD telah ditetapkan anggaran sebesar Rp. 1 trilyun lebih. Atas kebijakan ini fraksi Perjuangan menyampaikan apresiasi serta mendorong dalam  penggunaan anggaran nya diprioritaskan untuk perbaikan dan pengembangan drainase di kawasan-kawasan rawan banjir di kota medan, termasuk dalam program perbaikan/pembangunan jalan dan jembatan supaya diutamakan pada perbaikan dan pembangunan jalan yang benar-benar sangat mendesak untuk diperbaiki. Kemudian, untuk menjamin kualitas dan kuantitas pekerjaannya sesuai dengan bestek yang telah ditentukan, kami meminta saudara walikota melakukan pengawasan secara ketat terkait hal ini, karena sangat rawan dengan penyelewengan anggaran.

2. Terhadap prioritas kedua  yaitu : peningkatan layanan kesehatan, fraksi kami mengapresiasi kepada pemerintah daerah atas capaian-capaian peningkatan mutu dan pelayanan kesehatan di kota Medan yang semakin baik dan berkualitas, baik dari sisi tenaga medis, alat kesehatan yang digunakan maupun infrastruktur kesehatan lainnya yang semakin meningkat. Fraksi kami meminta, agar saudara walikota medan kedepannya terus memacu peningkatan dan pemerataan mutu serta kualitas pelayanan kesehatan terutama di wilayah – wilayah pinggiran kota medan yang jaraknya jauh dari kota.

3. Terhadap prioritas ketiga : penanganan banjir, dalam 2 (dua) tahun terakhir terkait penanganan banjir di kota Medan menurut pandangan dan pengamatan kami telah sesuai dan mendekati kesempurnaan. Ini dibuktikan dengan berkurangnya genangan-genganan air yang ditemukan dipermukaan jalan saat musim hujan seperti saat ini. Namun dibeberapa titik lokasi masih ditemukan genangan air dan mengakibatkan kemacetan dan kerusakan jalan yang walaupun dalam durasi waktu yang tidak terlalu lama. Tentu hal ini tetap harus diwaspadai dan diatasi sesegera mungkin guna menghindari resiko yang lebih buruk kedepannya. Penanganan banjir di kota medan tidak cukup hanya pada pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang ada, namun harus diikuti dengan melakukan perbaikan jaringan aliran sungai melalui normalisasi sungai yang mengelilingi kota medan. Untuk itu fraksi kami ingin mendapatkan informasi terkini dari saudara walikota medan terkait pelaksanaan normalisai sungai yang ada di kota medan.

4. Terhadap prioritas ke-empat yaitu : penanganan sampah, menurut analisa dan pengamatan fraksi kami, terkait upaya pemerintah kota medan dalam hal penanganan dan pengelolaan sampah mulai menunjukkan hasil yang sangat signifikan, ini dibuktikan dengan berkurangnya tumpukan-tumpukan sampah yang berserakan dipinggiran jalan seperti yang terjadi sebelumnya. Tentu hal ini merupakan kerja keras dan perlu mendapat apresiasi dan dukungan dari kita semua. Menurut kami penanganan sampah tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah kota medan saja, partisifasi dan kesadaran warga masyarakat juga harus ditingkatkan melalui penyeluhan-penyeluhan dan sosialisasi peraturan daerah kota medan nomor 6 tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan tingkat kesadaran masyarakat akan timbul untuk membuang sampah ditempat-tempat yang telah ditentukan dan disediakan. Ketersediaan dan ketercukupan sarana dan prasarana penampungan sampah tentu menjadi tanggungjawab pemko medan. Dalam setiap pelaksanaan reses dan sosialisasi peraturan daerah yang kami lakukan, masyarakat kerap mengeluhkan masih terbatasnya tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang tersedia termasuk masih kurangnya gerobak-gerobak sampah yang tersedia ditempat tinggal mereka, sehingga pengangkutan sampah dari rumah penduduk sering terlambat. Tentu hal ini harus segera ditanggapi dan ditindak lanjuti pemerintah kota medan melalui OPD yang terkait. Mohon dijelaskan langkah-langkah apa yang telah dilakukan pemko medan terkait hal ini.

5.Prioritas kelima yaitu : Medan Heritage sebagai The Kitchen of Asia, Fraksi kami akan tetap mendukung serta mendorong Wali Kota Medan terkait program pemko Medan di bidang pariwisata melalui pengembangan wisata kuliner dikawasan heritage kesawan termasuk kawasan potensial lainnya yang ada di kota Medan. Bila memperhatikan potensi kearifan lokal khususnya dibidang kuliner, maka fraksi pdi perjuangan sangat optimis melalui program Medan Heritage sebagai The Kitchen of Asia akan terwujud dengan kerja keras dan kolaborasi  yang akan dibangun dengan berbagai pihak. Oleh karenanya, fraksi kami tetap mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan saudara walikota medan dalam menentukan lokus dan fokus terhadap sektor pontensial pariwisata, kuliner dan budaya sehingga nantinya dapat mempermudah dan memperluas promosi pontensi pariwisata yang ada di kota medan di tingkat regional maupun internasional.

6.Berikutnya terkait kebijakan Pendapatan Daerah Kota Medan pada tahun anggaran 2022 diproyeksikan pendapatan daerah kota Medan adalah sebesar Rp.6,273 trilyun lebih, bila dibandingkan dengan anggaran pendapatan tahun 2021 sebesar Rp. 5,196 trilyun lebih berarti mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,074 trilyun lebih (= 20,72 persen). Atas proyeksi kenaikan pendapatan daerah ini. Kami menilai pemerintah kota medan mempunyai optimisme yang tinggi dalam menaikkan pendapatan daerah, termasuk pendapatan asli daerah kota medan dalam situasi wabah pandemi covid-19 saat ini. Atas optimisme tersebut kami layak memberikan apresiasi dan mengharapkan dapat direalisasikan dan ditingkatkan setiap tahun dengan cara meng-optimalkan potensi ekonomi dan keuangan yang dimiliki pemerintah kota medan tanpa membebani masyarakat.

7. Terkait dengan retribusi daerah yang terjadi peningkatan yang sangat signifikan yaitu dari Rp. 142,4 milyard lebih pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp. 252,8 milyard lebih (=128,98 %) tahun 2022, atas estimasi peningkatan penerimaan dari sektor retribusi daerah tersebut, kami dari fraksi PDI Perjuangan  sangat-sangat meng-apresiasi semangat dan keyakinan saudara Wali Kota dan seluruh jajaran yang tetap mempunyai optimisme yang sangat tinggi walaupun dalam situasi sulit seperti sekarang ini. Optimisme tersebut menunjukkan adanya perbaikan sistem dan pengawasan yang semakin ketat yang dilakukan saudara walikota medan untuk mencegah kebocoran-kebocoran yang selama ini terjadi pada pos restribusi daerah.

8. Terhadap pengimplementasian rencana kerja lima tahun sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJMD kota Medan tahun 2021-2026, fraksi PDI Perjuangan mendukung setiap kegiatan yang mengarah pada pencapaian RPJMD yang dimaksud, untuk itu diperlukan perhatian khusus dan sinergisitas eksekutif dan legislatif dalam rangka menunjang dan mendukung program pembangunan secara bersama-sama, bahu-membahu, dalam roh semangat gotong royong dalam mewujudkan cita-cita besar kita bersama menjadi bagian bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

8.Terkait optimalisasi pendapatan daerah dengan memaksimalkan seluruh potensi pendapatan daerah yang ada, dalam rangka mendorong perkuatan kapasitas fiscal daerah yang mandiri dan berdikari, oleh karena itu fraksi PDI Perjuangan memandang perlu dilakukan secara berkesinambungan dan intensif. Disamping itu pula pemerintah kota medan juga harus melakukan evaluasi terhadap OPD pengelola keuangan daerah dalam rangka memastikan PAD dari potensi real maupun potensi ekspektasi dapat semakin ditingkatkan setiap tahunnya. Kami juga berharap nantinya peningkatan pendapatan daerah dapat menunjang dan mengoptimalkan rencana pembangunan 5 (lima) tahun kota Medan,”tutupnya.(MR/wan)