oleh

Di Reses III Antonius D Tumanggor Banyak Usulan Dari Warga Minta Jalan Sekip Dirubah Nama Menjadi Jalan Sahara Oloan Panggabean

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan menjemput aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan sudah menjadi keharusan dan program setiap anggota DPRD Kota Medan. Dimana Reses merupakan wadah bagi seluruh anggota DPRD untuk menampung dan menyerap segala aspirasi masyarakat tentang Infratruktur, pelayanan publik, dan lain sebagainya yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali setiap tahunnya.

Pada pelaksanaan Reses III Tahun 2021 kali ini, Antonius Devolis Tumanggor, S,Sos mengundang sebanyak 64 Kepala Lingkungan, di 7 Kelurahan di Kecamatan Medan Petisah.

Tidak tanggung-tanggung, Asisiten Umum Pemko Medan, Kabag Tapem Pemko Medan, Ridho Nasution, Camat Medan Petisah, Agya, termasuk Lurah Sekip turut di undang oleh Wakil Rakyat dari Dapil 1 kota Medan ini. Selasa (11/5) yng dilaksanakan di Jalan Waru, Sekip Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah.

Pada data sambutannya, Antonius D Tumanggor berharap masyarakat yang hadir termasuk juga diantaranya para Kepala Lingkungan dapat menyampaikan keluhan dan kendala yang dihadapi selama bertugas termasuk harapannya agar pelaksanaan pelayanan publik kepada masyarakat dapat semakin baik.

Camat Medan Petisah, Agya pada kata sambutan pembukanya menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran seluruh kepling dan lurah pada pelaksanaan Reses III Tahun 2021, anggota DPRD Kota Medan, Antonius D Tumanggor dar Partai Nasdem. Camat Medan Petisah ini berharap, hasil dari pelaksanaan Reses dapat dijadikan sebagai pemacu kinerja para lurah dan kepling untuk melayani masyarakat di kecamatan Medan Petisah.

Ada yang berbeda pada Reses III  Kali ini, Antonius mendapat kehormatan untuk memperjuangkan usulan perubahan nama Jalan Sekip menjadi Jalan Sahara Oloan Panggabean. Aspirasi masyarakat yang ditujukan kepada Walikota dan Wakil Walikota disampaikan perwakilan warga dalam Reses Antonius Tumanggor  di Jalan Sekip/Waru tersebut. 

Warga Jalan Sekip berharap wakil Rakyat dari Dapil 1 Kota Medan yang juga warga Jalan Karya Sei Agul dan merupakan pengurus teras di organisasi Ikatan Peuda Karya Sumut yang merupakan Ormas yang didirikan oleh Alm.Sahara Oloan Panggabean atau Olo Panggabean.

Dimana diketahui, sosok Alm Sahara Olo Panggabean merupakan sosok tokoh yang dermawan dan banyak membantu masyarakat kurang mampu di kota Medan saat itu, sehingga sosok Olo Panggabean menurut warga sudah layak untuk menghargai kebaikan Alm.Olo Panggabean agar Jalan Sekip dirubah nama menjadi Jalan Sahara Olo Panggabean.    

Selain itu, Olo Panggabean juga semasa hidupnya hadir dan peduli kepada segenap lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan strata sosial baik dari segi suku, agama, ras dan golongan. Beliau selalu menunjukkan perbuatan dan kepedulian kepada sesama dengan tulus.Dalam surat aspirasi itu dipaparkan berbagai kepedulian Olo Panggabean diantaranya membantu memberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, membantu memberangkatkan ziarah ke Jerusalem.

Di bidang pendidikan terutama dari keluarga kurang mampu bersedia menjadi orangtua asuh dengan memberi biaya hingga ke perguruan tinggi.Selain itu juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena gempa, kebakaran, banjir. Misalnya, gempa di Aceh dan Tarutung.

Bahkan,kepeduliannya bukan hanya tingkat Sumatera saja dibuktikan dengan memberi bantuan kepada masyarakat Timor Timur (sebelum berdiri sendiri). 

“Atas kepeduliannya itu, Olo Panggabean yang juga tokoh yang peduli dengan adat ini mendapat piagam penghargaan dari Uskup Belo.Semasa hidupnya, tokoh pemuda yang melahirkan IPK (Ikatan Pemuda Karya) dan berkantor di Jalan Sekip ini telah banyak berbuat untuk lapisan masyarakat. Berdasarkan itulah kiranya nama Sahara Oloan Panggabean ditabalkan sebagai pengganti nama Jalan Sekip,” ujar beberapa warga masyarakat yang hadir.

Sementara itu, menanggapi usulan warga Jala Sekip tersebut, Antonius D Tumanggor mengaku bahwa berkas usulan itu sudah diterima Antonius Devolis dan berjanji akan memperjuangkannya di eksekutif dan legislatif.

Sementara, Kabag Tapem Rasyid Ridho mengatakan Pemko Medan akan memedomani PP No 2 Tahun 2021 Tentang Rupa Bumi. Sesuai ketentuan usulan perubahan nama jalan harus mendapat persetujuan dari DPRD Medan.

Sementara itu, Camat Medan Petisah Agha berjanji akan membantu proses kelengkapan administrasi.Selain perubahan nama Jalan, dalam Reses tersebut juga warga menyampaikan berbagai keluhan seperti jalan rusak, parit tumpat dan masih beroperasi nya penginapan yang berada dekat lokasi Reses padahal sudah pernah ditutup Pemko Medan.

Menanggapi adanya aspirasi perubahan nama Jalan Sekip menjadi Jalan Sahara Oloan Panggabean, Antonius sangat mendukungnya mengingat ketokohan dan perbuatan beliau semasa hidup beliau yang cukup dekat dengan masyarakat.

“Kita akan segera membicarakannya dengan pihak eksekutif dan legislatif,”ujar Antonius uang juga Sekretaris DPD IPK Sumut. 

Untuk perbaikan Jalan dan parit yang rusak, Antonius Tumanggor pun mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak PU kota Medan untuk segera melakukan perbaikan terhadap Jalan dan parit yang diketahui rusak dan masih tersumbat. Untuk penginapan yang diketahui masih beroperasi, Antonius mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak pemko Medan dan Dinas Pariwisata Kota Medan termasuk bagian perizinan Pemko Medan.(mr/wan)

Breaking News