Dua Rumah Panggung di Hajoran Roboh Diterpa Cuaca Ekstrim

Dua Rumah Panggung di Hajoran Roboh Diterpa Cuaca Ekstrim
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG (HAJORAN) – Cuaca Ekstrim yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah beberaap hari belakangan ini berdampak kepada warga Hajoran, kelaurahan Hajoran Induk, Lk I, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Terpaan Angin yang begitu kencang yang terjadi dari sore hari, besambung pada malam hari sekitar Jam 08:00 WIB dan berlanjut menjelang pagi sekitar Jam 02:00 WIB mengakibatkan Dua Rumah panggung di Hajoran Induk hancur Berkeping-keping akibat terpaan cuaca Ekstrim dini hari.

Menurut dari keterangan korban Sawaluddin Simamora bersama Istri Sari Painca Br Tarihoran (48), menjelaskan, bahwa kejadian tersebut terjadi menjelang pagi, kami menerima kabarnya sekitar jam 3 pagi. Kebetual kami tidak di rumah, kami lagi di luar kota sesaat kejadian itu terjadi. Kami cuma dapat kabar bahwa rumah kami sudah hancur di terpa badai.

“Semua Barang-barang dan berkas berharga habis semua pak. Kami sampai di sini rumah kami sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Korban Kedua kelaurga Hakim Nul Tanjung dan Istri Nursia (21) tetangga dari Sawaluddin Simamora ikut menjadi korban keganasan cuaca Ekstrim. suami Nursia juga tidak berada di rumah, Nursia tinggal dengan dua anaknya beserta seorang gadis adik iparnya. Kondisi Nursia di saat kejadian lagi mengandung anak ke tiga. Keluarga Nursia dan dua anaknya dan satu adik iparnya yang menjadi Saksi dari kejadian amukan cuaca Ekstrim yang terjadi malam itu.

“Malam itu saya tidak bisa tidur pak, angin yang menjelang paginya sekirar Jam 02:00 WIB yang menghacurkan rumah kami,” jelasnya.

Lanjunya lagi membeberkan kejadian pada malam itu, suara angin itu kencang sekali pak, baru kali ini saya dengar suara angin sekencang itu. Kayak angin puting beliung, tidak lama setelah angin itu muncul rumah kami pun roboh. Kami berada didalam rumah saat itu.

“Ngerikali pak malam itu, udah suami tidak ada di rumah, kami yang ada di dalam rumah kaget saat jatuhnya rumah ke laut. Kayak di angkat lalau jatuh ke laut pak,” seru Nursia kepada wartawan.

Menurut dari penjelasan kedua pemilik rumah sebagai korban dari amukan cuaca Ekstrim kepada Biro metrorakyat.com Sibolga-Tapteng, Sawaluddin Simamora bersama Istri Sari Painca Br Tarihoran dan Nursia mengaharapkan kepedulai pemerintah akan musibah yang di derita dua keluarga korban dari musibah cuaca Ekstrim tersebut.

Dari kejadian itu tidak ada korban atas musibah tersebut, tetapi, seluruh barang berupa pakaian, perabotan dan surat berharga dan keseluruhan isi rumah habis di terjang ombak tanpa bekas.

Dengan kondisi tidak punya rumah, kedua keluarga korban dari kejadian tersebut memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi mereka.

“Untuk sementara kami numpanglah pak di rumah saudara. Kemana lagi kami pak tinggal. Harapan kami agar pemerintah memperhatikan nasib kami pak,”harap kedua korban dari kejadian hantaman Cuaca ekstrim tersebut. (MR/RM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.