Debc Colector Beraksi Pecahkan Kaca Mobil Konsumen, 1 Orang Penumpang Pingsan Ketakutan
METRORAKYAT.COM, DELI TUA – Kawanan debc colektor beraksi di Jalan Jamin Ginting hendak menarik paksa mobil dengan cara memecahkan kaca dan merusak pintu dan kap mesin mobil Datsun go warna putih BK 1239 VV yang dikendarai oleh Putra Ramadona (32) warga Jalan Brigjen Katamso Gang Setia no 10 kelurahan Kampung Baru kecamatan Medan Maimun. Jumat ( 5/7/2019) jam 18:00 WIB.

Kawanan debc colektor ini mengikuti mobil yang dikendarai Putra yang baru keluar dari tempat wisata kolam renang Airros di Jalan Jamin Ginting hingga ke Simpang Pos dengan cara menendang dan memukuli kaca mobil mengakibatkan salah seorang penumpang anak wanita berumur 10 tahun pingsan karena ketakutan.
Melalui sambungan telepon (6/7) siang, Putra menjelaskan bahwa ia bersama dengan beberapa orang keluarga yang ada didalam mobil pada saat kejadian itu mengaku sangat ketakutan.

“Takut kali kami semua bang, kami pikir perampok, dari depan kolam renang Airros kami udah dibuntuti oleh para pelaku dengan menggunakan 4 unit sepeda motor berjumlah 8 orang, ada yang mukul kaca mobil ada yang mukul atap mobil bang, kami pikir rampok, disuruh orang itu kami berhenti tapi kami ngak mau, kami memilih jalan terus. Pas Sampek Simpang Selayang karena macet kami belok kiri ke arah Simpang Pemda, pas disanalah salah satu sepeda motor debc colektor itu menyalip dan menghadang mobil kami,” ucap putra.
Lanjutnya lagi, disimpang Pemda itu tepatnya depan Alfa Mart kami dituding oleh debc colektor telah melakukan tabrak lari dan meminta kami keluar dari mobil sambil memukul kaca mobil bagian depan hingga pecah, tak mau terjadi hal yang tak diinginkan para penumpang mobil Datsun tak mau beranjak dari dalam mobil.
“Dipukulin orang itu kaca mobil dan kap mesin sampai keponakan aku yang perempuan umur 10 tahun pingsan, karena orang colektor itu berteriak-teriak meminta kami keluar, masyarakat pun berdatangan mendekati mobil kami dan meminta kami keluar tapi kami tetap tak mau keluar hingga akhirnya ada 2 orang pria, entah TNI entah Brimob atau Sabhara bang yang melihat kejadian itu langsung menanyakan pada kami apa permasalahan dan setelah kami jelaskan 2 pria yang kuduga personil TNI atau Polri mengajak mereka ( debc colektor ) untuk menyelesaikan masalah itu dikantor polisi. Dibilang bapak yang cepak itu kayak gini bang sama colektor itu” kalau kalian jadi korban tabrak lari ayok diselesaikan di kantor polisi jangan main hakim sendiri, didalam mobil itu ada anak-anak dan perempuan jangan kayak gini kalian, ayok kita selesaikan di kantor polisi, kalau tak salah ngepain takut” gitu bang kata putra menirukan ucapan kedua orang yang diduga personil TNI / Polri itu.
Mendengar ucapan itu delapan orang yang diduga debc colektor itu mulai takut dan mencari ancang-ancang untuk kabur namun sayang salah seorang dari mereka telah diamankan 2 pria cepat itu.
” Habis itu bang mulai kabur orang itu namun satu dari delapan orang dari mereka telah diamankan oleh dua orang yang diduga personil TNI/Polri dan dibawa ke pos Polisi simpang Selayang. Baru beberapa saat kemudian kalau aku egak salah datang seorang Polisi berpangkat Kompol bersama anggotanya trus dibawak mereka seorang debc colektor itu ke Polsek Deli Tua bang,” jelas putra lagi.
Menurut informasi yang diterima awak media dari keluarga korban ( putra ) bahwa sampai saat ini (6/7) siang jam 14:00 ia masih berada di Polsek Deli Tua untuk membuat pengaduan. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.( MR/Suriyanto/Red )
