JOKOWI TANCAPKAN TONGGAK PERADABAN BARU INDONESIA
METRORAKYAT.COM, Pada hari Minggu, 24 Maret 2019 Jokowi meresmikan pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT) di Ibu Kota Negara DKI Jakarta disambut antilusiasme warga DKI Jakarta, daerah penyangga maupun warga negara dari penjuru tanah air.
Kreta Api Moda Raya Terpadu (KA MRT) telah dinanti-nanti rakyat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan mengular setiap hari, menguras energi besar, baik pemborosan cost transportasi puluhan triliyun rupiah per tahun, disefisiensi waktu, bahkan menimbulkan penyakit stress selama puluhan tahun akan melahirkan peradaban baru bertransportasi di negeri ini.
Program MRT telah ditunggu kurang lebih 30 tahun tak kunjung nyata. Pergantian presiden, gubernur DKI Jakarta pun telah terjadi beberapa kali. Namun Mida Raya Terpadu hanyalah mimpi-mimpi belaka penghias tidur bagi warga negara Indonesia, lebih-lebih warga DKI Jakarta yang tiada hari tanpa kemacetan melelahkan.
Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (AHOK) yang saat ini lebih setuju disebut julukan BTP telah membuat “Keputusan Politik” untuk merealisasi program Moda Raya Terpadu (MRT) yang hanya macan kertas, tanpa realisasi dari pemerintahan daerah DKI Jakarta sebelum-sebelumnya.
Perpaduan dua sosok eksekutor handal dan mumpuni Jokowi-AHOK menjadikan mimpi jadi kenyataan hadirnya transportasi canggih dan modern berteknologi kelas dunia.
Gubernur DKI Jakarta Jokowi pada 20 Oktober 2014 naik kelas menjadi Presiden RI Ketujuh berpasangan dengan Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla (JK) periode 2014-2019. Dan posisi Gubernur DKI Jakarta selanjutnya dipegang Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau AHOK dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Sayang seribu kali sayang Basuki Tjahaja Purnama (AHOK) “dipaksa mundur dan terpenjara” akibat sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dengan tuduhan “penistaan agama” sehingga posisi Basuki Tjahaja Purnama (BTP) digantikan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhir periode 2012-2017 di saat pembangunan MRT sedang gencar dilaksanakan menghadirkan mimpi dan impian rakyat negeri ini.
Di saat pembangunan MRT sedang dilaksanakan terjadi pergantian tiga Gubernur DKI Jakarta yaitu; Jokowi ke AHOK, AHOK ke Djarot Saiful Hidayat, tetapi pembangunan MRT tak pernah stagnan apalagi berhenti. Karena TRIO GUBERNUR DKI JAKARTA periode 2012-2017 mempunyai Visi-Misi dan ide, gagasan sama menghadirkan peradaban baru bertransportasi di republik ini.
Gejolak politik sedemikian sulit dan rumit tak pernah menggoyahkan putera-putera terbaik bangsa ini mengukir dan menorehkan berbagai prestasi kinerja spektakuler bagi Indonesia. Dan pada titik kulminasinya, hari Minggu, 24 Maret 2019 JOKOWI MERESMIKAN OPERASIONAL MRT TONGGAK PERADABAN BARU TRANSPORTASI INDONESIA Kreta Api berteknologi tercanggih di dunia.
Moda transportasi terintegrasi dan terpadu diluncurkan tepat pada hari pertama Kampanye Terbuka atau Rapat Umum Pilpres, Pileg 2019 adalah sejarah baru konkritisasi “Revolusi Mental” dalam budaya bertransportasi modern di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika telah HARGA MATI.
Apa peradaban baru tu…..???
Sebagaimana ditegaskan Presiden Jokowi kehadiran Moda Raya Terpadu (MRT) akan menumbuhkan, “Budaya bersih, budaya antri dengan tertib, budaya tepat waktu” yang merupakan “Revolusi Mental” bertransportasi bagi bangsa Indonesia sebagaimana di negara-negara maju di dunia.
Peresmian MRT fase 1 dilanjutkan dengan pembangunan MRT fase 2 akan meningkatkan efisiensi waktu dan cost transportasi sekaligus migrasi dari transportasi pribadi ke transportasi massal supaya permasalahan klasik kemacetan mengular bisa terurai maksimal.
Sudah mampu kah menerima peradaban modern….???
Pertanyaan ini sungguh amat sangat esensial, fundamental dijawab warga negara Indonesia, terutama warga DKI Jakarta yang belum melek budaya bersih, budaya antri, budaya tertib atau disiplin selama ini. Karena, biar secanggih apapun moda transportasi tanpa didukung “karakter mental, moral” yang baik dan benar akan sia-sia dan percuma.
Tonggak sejarah peradaban baru dan modern diawali peresmian Moda Raya Terpadu (MRT) tidak boleh berhenti dititik seremonial belaka. Regulasi, sosialisasi sistemik, masif, terstruktur, terpadu dan terintegrasi pemerintah dengan pemerintah daerah DKI Jakarta wajib hukumnya segera diterbitkan agar “Peradaban baru” itu benar-benar melahirkan mindset baru bagi karakter bangsa ke depan.
Presiden Jokowi berpasangan dengan DR. KH. Ma’aruf Amin pada Pilpres 17 April 2019 yang bertekad kuat meletakkan prioritas Visi-Misi “Meletakkan Grand Design Pembangunan Karakter Bangsa” pada periode 2019-2024 diyakini mampu dan mempuni merealisasi “Revolusi Mental” Indonesia Maju lima tahun ke depan. Keyakinan itu, bukanlah pepesan kosong dan mimpi di siang bolong mengingat rekam jejak (track record) Jokowi bersih, jujur, berani, kompeten, profesional, berprestasi spektakuler, berintegritas, merakyat sejak dari Walikota Surakarta-Solo, Gubernur DKI Jakarta, Presiden RI Ketujuh periode 2014-2019.
Kehadiran DR. KH. Ma’ruf Amin Ulama Besar, pakar ekonomi kerakyatan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) calon wakil presiden periode 2019-2024 sangat tepat dan abdol “Membangun Karakter Bangsa” (Nation Character Building) sebagaimana wejangan Bung Karno untuk “Melanjutkan Revolusi Belum Selesai”.
Degradasi, Turbulensi jiwa kebangsaan keindonesiaan (Nasionalisme) akibat ulah kelompok radikalisme, ekstrimisme, intoleran, anarkhisme berbaju gamis, melancarkan ujaran kebencian, fitnah, hujat, hasut, adu domba, provokasi, agitasi, hoax atau kebohongan, kampanye hitam mencabik-cabik, memporak-porandakan keutuhan bangsa, Persatuan Indonesia adalah agenda kerja besar perioritas pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin menyongsong dan mewujudkan “Peradaban baru, modern” pasca peresmian MRT oleh Presiden Jokowi hari Minggu lalu.
Pertanyaannya ialah apakah “Tonggak Sejarah Peradaban Baru” akan berhenti dititik MRT…???
Rakyat cinta NKRI, ingin melihat Indonesia Maju, Indonesia Hebat, Indonesia Adidaya tentu tidak mau dan rela pembangunan Indonesia berhenti ditengah jalan. Pilihan tepat dan akurat membawa Indonesia Maju hanya ditangan Presiden berpengalaman yaitu JOKO WIDODO (JOKOWI) BERSAMA KH. MA’RUF AMIN. Tidak menyerahkan kepada sosok “coba-coba”. (MR)
JOKOWI IS THE BEST…..!!!
01 JOKOWI-KH. MA’RUF AMIN PILIHAN TEPAT DAN AKURAT SELURUH RAKYAT INDONESIA
Medan, 25 Maret 2019.
Salam NKRI……!!! MERDEKA……!!!
Drs. Thomson Hutasoit.

