Abida Rahmat: Mari Suksekan Pemilu,Jangan Sampai Bangsa Pecah Karena Beda Pilihan
METRORAKYAT.COM, LANGSA – Menyikapi pelaksanaan Pemilu 2019 yang sudah diambang mata,rakyat Indonesia diminta untuk tetap bersatu dan tidak terpecah belah,ungkap Abida Rahmat di langsa,sabtu, 30/03
Melalui media ini Abida Rahmat menghimbau kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. karena menurutnya, perbedaan merupakan sesuatu yang paling tinggi harganya.
“Mari bersama-sama kita menjaga jangan sampai tindakan ataupun ucapan kita bisa membuat perpecahan sesama anak bangsa ini.
karena dengan perbedaan keragaman suku, agama dan bahasa, kita pasti mampu bersatu membangun negeri yang kita cintai.
Kita jaga sampai titik darah penghabisan agar pemilu berlangsung dengan sukses, janganlah berdarah-darah karena kita pertahankan satu kubu yang nerbeda sesama kita,ingat tanggal 17 april 2019 bukan hari kiamat tapi ari demokrasi event besar dalam rangka memilih pemimpin negara,”seru Abida Rahmad.
Pemilu diadakan setiap 5 tahun sekali, merupakan pesta demokrasi rakyat suatu bangsa dalam negara yang berdaulat, kepada para tokoh politik saya himbau agar tidak mencari-cari kesalahan orang lain tetapi ingatlah pemberian orang lain untuk koreksi.
“Saya juga menghimbau agar seluruh rakyat indonesia untuk merenung diri masing- masing jangan sampai gelombang internasional memporak porandakan negeri kita menjadi balkan asia”.
” Saya selaku Panglima Revisional dan Penyambung Lidah Rakyat, meminta kepada saudara- saudara ku sebangsa setanah air untuk tetap mencintai negara, serta rakyat Indonesia dan menjadi pemimpin yang amanah, yang mampu menciptakan aktivitas dan perubahan- perubahan nasib rakyat Indonesia di segala bidang “.
Lanjut Abida Rahmat, bagi seluruh kader bangsa revolusi, perang saudara bukan jalan menuju kesuksesan. Kepada para elit bangsa Indonesia berilah contoh yang santun dalam menyampaikan sesuatu di dalam perdebatan, jangan berapi- api menyampaikan sesuatu, seakan kebenaran ada padamu , sehingga timbul celah yang bisa membuat perpecahan,”demikian Abida Rahmat. (MR/ATAR)
