Puluhan Massa Mahasiswa IKIP Gunungsitoli Aksi Di Kantor Bupati Nias
METRORAKYAT.COM | GUNUNGSITOLI – Puluhan massa aksi dari mahasiswa insitut keguruan dan ilmu pendidikan (IKIP) Gunungsitoli gelar aksi di halaman kantor Bupati Nias Jln Pelud Binaka, Ononamolo I. Lot, Gunungsitoli Selatan, Rabu, (9/5/2018).
Massa aksi dari mahasiswa yang mengatas namakan Organisasi kemahasiswaan IKIP Gunungsitoli SMPT mananggih janji Yaperti Nias pada pembangunan atau penambahan gedung IKIP Gunungsitoli yang sudah berdiri selam 53 tahun ini.
“kurang lebih 53 tahun lama berdirinya IKIP Gunungsitoli dimana setiap tahunnya menerima mahasiswa baru sebagai kader Guru yang profesional membayar uang kuliah dan uang pengembangan yang terus naik tinggi secara signifikan,” Mana janji Yaperti Nias membangun Gedung Ikip Gunungsitoli,” ujar Massa aksi dihalam kantor bupati Nias.
Pengurus SMPT bersama mahasiswa IKIP Gunungsitoli menginginkan dan menuntut adanya komitmen yang serius dari ketua Umum Yaperti Nias untuk segera mewujudkan pembangunan dan penambahan gedung IKIP Gunungsitoli sesuai dengan janji dan komitmen pada saat Audiensi pada tanggal 19 april 2018 lalu.
Mengharapkan kepada pihak Yaperti Nias kejelasan proses akreditasi program studi dan institut, serta mepertanyakan kepada pihak Yaperti Nias sejauh mana usaha yang telah dilakukan dalam mengusut tuntas kasus penggelapan uang mahasiswa oleh mantan bendahara ikip Gunungsitoli yang diduga kuat adanya konspirasi sehingga kasus menghilang dan tak berujung.
Pada kesempatan ini juga Massa aksi menyerahkan koin dan Batu Batak kepada Ketua Umum Yaperti Nias sebagai tanda perhatian mahasiswa untuk pembanguna gedung IKIP Gunungsitoli.
Sementara sekretaris umum Yaperti Nias sebagai penerima massa aksi mahasiswa Ikip dihalam kantor bupati Nias mengatakan bahwa, pembangunan gedung IKIP Gunungsitoli akan segera terlaksana” besok tanggal (10/5/2018) diumumkan pemenang tender pada pembangunan gedung Ikip Gunungsitoli tersebut,” ujar Sekretaris Umum Yaperti Nias.
“Saya sampaikan kepada adek-adek semua bahwa paling lambat hari selasa depan kami akan sampaikan hasil daripada pemenang tender, penuh dengan harapan bahwa kita harus bersabar,”pungkasnya.
Terkait dengan uang mahasiswa yang telah dibawa kabur oleh bendahara IKIP sudah ditangani oleh polres Nias, hal itu pihak polres nias telah menetapkan pelaku sebagai DPO,”jelas Sekertaris.(MR/d1-red)
