Sahuti Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Ini Laksanakan Reses-2
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Reses II Tahun 2017 anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak yang diselenggarakan di Jalan Bilal, Rabu (21/6/17) diwarnai dengan keluhan masyarakat yang tinggal di kawasan Jalan Perwira II dan Jalan Pulu Brayan Bengkel terkait parit dan jalan rusak.
“Masyarakat mengeluhkan parit di Jalan Perwira II yang tidak nyambung. Paritnya mentok dan airnya tidak berjalan jika hujan. Jadi kalau hujan turun, tentunya kebanjiran di sekitar wilayah tersebut. Selain itu, kanal di Bengkel Baru juga dikeluhkan masyarakat sudah banyak tanah dan sampah-sampahnya,” ujar Paul Mei Anton Simanjuntak usai reses yang sekaligus dirangkaikan buka puasa bersama dengan anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Menyahuti keluhan konstituennya itu, politisi PDI Perjuangan yang juga sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dimaksud berharap kanal, parit dan jalan rusak itu bisa segera diatasi oleh pihak yang berkompeten dalam hal ini UPT III Dinas Pekerjaan Umum Medan.
“Kita mau, kanal dan parit itu segera dinormalisasi. Namun, karena lebaran sudah dekat, normalisasi tidak mungkin dikerjakan sekarang. Pengerjaannya paling bisa dilaksanakan usai lebaranlah,” ujar anggota Komisi D yang juga Ketua Bapperda DPRD Medan ini.
Kondisi parit mentok di Jalan Perwira dan kanal dipenuhi sampah itu dibenarkan juga oleh Kepala UPT Wilayah III Dinas PU Pemko Medan Eko Hermanto ST.
Kanal yang berada di Jalan Pulo Brayan Bengkel, tepatnya parit besar yang memotong ke Jalan Krakatau berbatasan dengan Medan Timur dengan Medan Deli.
“Beberapa hari lalu kami bersama Pak Paul langsung ke lokasi meninjau kondisi kanal. Jika memang memungkinkan kanal itu akan dibersihkan. Untuk sementara waktu kita buat drainasenya, kita korek lumpurnya ke atas untuk sementara demi menyelesaikan solusinya. Namun mungkin dalam waktu dekat tidak mungkin dilakukan karena sudah dekat lebaran. Dan Kamis sudah tidak ada kegiatan lagi,” tuturnya.
Tadi terakhir, hingga Rabu (21/6), lanjut Eko, UPT PU mengerjakan parit di Jalan Padang. Sore ini (Rabu, red) harus terangkat semua lumpur korekan dan dibuang. “Takutnya nanti saat lebaran, di sana mau Salat Id, kadang malam mau takbiran. Jadi andaikata tugas PU tidak maksimal di malam lebaran, mohon maaf. Mana tahu di dekat tempat tinggal masyarakat masih ada lumpur yang tidak terbuang,” pintanya di hadapan masyarakat yang hadir dalam reses itu.
