Gudang Pengepul Botot Mengulah Lagi, Buat Resah Pengguna Jalan, Antonius: Dishub Jangan Jadi Pemback up, Lurah Sei Agul Diminta Bertindak
METRORAKYAT. COM, MEDAN – Gudang pengepul barang bekas (Botot) yang beralamat di Jalan Karya Rakyat Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat buat resah pengguna jalan. Pasalnya, pengusaha gudang tersebut membiarkan truk-truk pengangkut barang bekas parkir di tepi jalan sehingga membuat pengendara lain terganggu. Bahkan, truk-truk bermuatan tersebut parkir berjam-jam dan keluar masuk gudang tanpa mempedulikan kepentingan pengendara umum.
Ironisnya, di depan gudang tersebut kerap terlihat petugas dinas perhubungan duduk sambil menikmati kopi. Anehnya, para petugas dishub ini seolah tidak respon dengan keresahan pengguna jalan dan masyarakat yang kerap melintas di jalan karya rakyat ini.
Amatan awak media, Senin (20/4) pagi, tiga truk bermuatan penuh terparkir di tepi jalan hingga memakan badan jalan, situasi ini sempat membuat macet apalagi saat itu ada truk keluar masuk dan salah satu penyebab terjadinya kemacetan.
Padahal, menurut anggota DPRD kota Medan Antonius Tumanggor dia sudah pernah menyurati dan menyoroti hal itu dan sudah pernah ditindak baik oleh lurah, camat dan satpol PP. Meski saat itu sudah ada perubahan, namun hanya sebentar dan saat ini terulang kembali. Apalagi, wakil rakyat asal dapil 1 Kota Medan ini sering melihat petugas Satpol PP Medan mengawal truk bermuatan barang bekas dan duduk di salah satu warung tepat di depan gudang botot tersebut.
“Ada apa ini, kenapa pengusaha barang bekas itu masih menjadi jadi, padahal saat itu sudah sempat tertib. Yang mana lokasi jalan karya rakyat itu lokasi tempat tinggal saya dan ada perumahan dosen serta perumah kejaksaan tinggi sumut, semua jadi resah, ” ujarnya.
Dia juga meminta agar gudang botot dicabut izin dan dipindahkan saja ke daerah tidak padat penduduk.
“Jika tetap membandal, sebaiknya izin operasional di cabut dan gudang dipindahkan saja, karena melihat perkembangan kota, gudang tersebut sudah tidak layak berada di lokasi inti kota padat penduduk, ” tegasnya.
Antonius menegaskan lagi pada dasarnya dia tidak berusaha mematikan pengusaha dalam berusaha, namun, perlu di ingatkan juga agar pengusaha juga memikirkan kepentingan masyarakat umum.
Sementara, Lurah Sei Agul, Ade Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.
“Siap, terimakasih atas informasinya, akan segera kami tindaklanjuti dengan memberikan himbauan, ” ucap lurah.
Masyarakat pun berharap, himbauan bukan sekedar formal namun ada ketegasan dari pihak kelurahan dan kecamatan untuk menertibkan truk-truk bermuatan yang kerap buat resah pengguna jalan.(MR/red)
