Sosperda Tentang Kemiskinan, David Roni Sinaga Bongkar Ketimpangan Bansos Yang Tak Transparan, MBG Dinilai Pemborosan

Sosperda Tentang Kemiskinan, David Roni Sinaga Bongkar Ketimpangan Bansos Yang Tak Transparan, MBG Dinilai Pemborosan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Sesi II tentang Penanggulangan Kemiskinan yang digelar anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, diwarnai keluhan keras dari masyarakat terkait ketidaktransparanan bantuan pemerintah.

Dalam kegiatan yang mengacu pada Perda No.5 Tahun 2015 tersebut, warga Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas, mengaku hingga kini masih banyak masyarakat yang layak menerima bantuan justru tidak tersentuh. Sebaliknya, bantuan disebut-sebut kerap diterima oleh pihak yang dinilai tidak membutuhkan.

Menanggapi hal itu, David Roni Sinaga menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Medan tengah melakukan verifikasi dan pendataan ulang penerima bantuan sosial.

“Pada dasarnya, kami di DPRD hanya mendata dan mengusulkan. Penentuan akhir ada di pemerintah pusat. Pemko Medan sendiri menetapkan desil 1 sampai 5 sebagai penerima bantuan, itu pun diperuntukkan bagi warga yang tidak pernah terdata menerima bantuan,” jelasnya dalam kegiatan yang berlangsung di Jalan Selamat No.70, Sabtu 15.30 Wib.

Namun, politisi PDI Perjuangan dari Dapil IV ini tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan di lapangan. Ia secara tegas menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Program MBG ini tidak maksimal, bahkan cenderung pemborosan anggaran. Tidak ada jaminan mampu menekan angka stunting atau meningkatkan kesehatan anak. Fakta di lapangan, kualitas makanan masih dipersoalkan,” tegasnya, disambut tepuk tangan warga.

David pun mendorong agar pemerintah mengalihkan fokus anggaran ke sektor yang lebih berdampak langsung, seperti pendidikan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya kemandirian masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.

“Kalau terus bergantung pada bantuan, masyarakat tidak akan berkembang. Lebih baik pemerintah memperluas dukungan bagi pelaku UMKM dan membuka peluang kerja. Itu lebih jelas manfaatnya dan mendorong masyarakat jadi produktif,” ujarnya.

Menurutnya, program pembinaan keterampilan kerja dan pelatihan usaha harus menjadi prioritas, agar masyarakat mampu berdiri di kaki sendiri.

“Bantuan harus tepat sasaran. Yang benar-benar membutuhkan harus didahulukan, bukan justru yang mampu,” tegasnya lagi.

Warga yang hadir menyambut baik pernyataan tersebut dan berharap Pemerintah Kota Medan segera menghadirkan solusi konkrit, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan UMKM, pelatihan kerja, dan akses pendidikan.

Kegiatan Sosperda pun ditutup dengan pembagian suvenir, nasi kotak, serta sesi foto bersama antara warga dan anggota DPRD Medan David Roni G Sinaga. (MR/Irwan)

Metro Rakyat News