SDN 154501 Tapian Nauli 1B, Butuh Perhatian Pemkab Tapteng
MetroRakyat.com | TAPTENG – Salah satu faktor penunjang peningkatan mutu pendidikan, adalah ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan berkualitas. Bagaimana tujuan pendidikan itu bisa tercapai jika kondisi lingkungan pembelajaran sangat jauh dari kata layak, bahkan terkesan kumuh dan kotor.


Pemandangan miris ini terlihat di SDN 154501 Tapian Nauli 1B, tepatnya di Desa Pargadungan. Sekolah yang berada dipinggiran laut, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah ini tidak terlihat bersih, nyaman, rapi dan berkualitas. Semuanya serba memprihatinkan. Kondisi sekolah sepertinya kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Setempat terutama Dinas Pendidikan Kab.Tapteng.
Amatan wartawan dilokasi, terlihat, ruang Perpustakaan yang tidak beraturan alias amburadul, dan tidak rapi seperti banyaknya buku-buku pelajaran yang berserakan. Pintu jendela ditempel dengan pintu yang sudah rusak, kaca jendela yang sudah pecah, buku anak sekolah tidak memadai, fenomena yang ditemui saat berkunjung ke sekolah itu.

SDN 154501 Tapian Nauli 1B, terlihat kurang mendapat perhatian pemerintah. Kondisi sekolah berantakan. Sejumlah bangunan terlihat hampir ambruk, apalagi ruang kelas sangat berantakan.
Risda zai kelas V di SDN 154501 Tapian Nauli 1B mengatakan, bahwa siswa disekolah milik Pemkab Tapteng tersebut hanya berjumlah 50 orang siswa. “kami pak disini hanya berjumlah 50 Orang siswa dan enam orang guru.
Salah satu orang tua siswa yang tidak mau namanya dituliskan,menyebutkan, kondisi sekolah yang kurang terurus dan kurang perhatian dari pemerintah sudah lama berlangsung. ” Fasilitas penunjang kegiatan Belajar mengajar juga tidak pernah dibangun. apalagi buku untuk belajar juga terbatas dan lain – lain, kalau tidak percaya lihat saja sekolahnya disana”, ucapnya.
Dikatakannya lagi, Kepala sekolahnya juga seakan tidak peduli dengan kondisi sekolah tersebut. Ruangan semua berantakan, macam kandang ayam, buku berhamburan, jendela berterbangan, kaca pecah, padahal rumah kepala sekolah itu sangat dekat dari lokasi sekolah.
“Saya berharap pemerintah membuka mata untuk peduli dengan sekolah kami ini, agar visi dan misi sekolah mewujudkan siswa yang beriman serta berbudi pekerti luhur, dapat tercapai,” imbuhnya. (MR/Marpaung)
