Ustadz Anton Medan : “Kerusuhan Di Tanjung Balai Disesalkan, Dan Mari Kita Saling Menghargai”.

Ustadz Anton Medan : “Kerusuhan Di Tanjung Balai Disesalkan, Dan Mari Kita Saling Menghargai”.
Bagikan

MetroRakyat.com  I  MEDAN —  Kerusuhan berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di Kota Tanjungbalai, Sumut, Jumat (29/7/2016) malam, yang berujung pembakaran wihara dan klenteng sangat disesalkan Ustadz Anton Medan.  “Peristiwa di Tanjungbalai seharusnya tidak boleh terjadi dan sangat patut disesalkan,” ungkap Anton Medan kepada MetroRakyat.com saat dihubungi, Selasa (02/08/2016).  “Hanya karena kesalahpahaman dua warga lalu berkembang menjadi main hakim sendiri dengan menyerang, merusak dan pembakaran. Tindakan itu bukan cerminan budaya kita dalam menyelesaikan masalah bahkan justru tindakan itu semakin membesarkan masalah,” sambung dia.  Anton yang meiliki nama asli Tan Kok Liong menuturkan, Indonesia merupakan negara demokrasi. Dengan demikian, seluruh warga negara memiliki kebebasan, namun masih dalam batas tertentu. Kebebasan yang dimaksud yaitu bisa melakukan apa saja akan tetapi tidak mengganggu atau mengancam kebebasan orang lain. “Kita juga memiliki negara hukum di mana supremasi hukum dijaga oleh semua orang dengan cara menghormati dan mematuhinya,” terangnya.

Anton mengingatkan, seluruh warga perlu menjaga kekompakan dan persatuan bangsa seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, perselisihan dan pertikaian turut diminimalisir.  Kepada warga yang terlibat pertikaian Tanjungbalai, Anton Medan meminta agar tidak melanjutkan perselisihan tersebut.  “Dengan masih hangatnya semangat Idul fitri, saya mengajak untuk saling memberi maaf dan biarkan aparat keamanan menyelesaikannya. Semoga Tuhan memberikan kesejukan hati kepada masyarakat,” tandasnya. (MR/Peter).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.