RS Methodist Segera Layani Pasien BPJS Kesehatan, 200 Warga Ditanggung Iuran JKN

RS Methodist Segera Layani Pasien BPJS Kesehatan, 200 Warga Ditanggung Iuran JKN
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Rumah Sakit (RS) Methodist Medan menegaskan komitmennya mendukung program BPJS Kesehatan dengan memperluas akses pelayanan medis yang inklusif dan terjangkau bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) program Corporate Social Responsibility (CSR) antara RS Methodist dan BPJS Kesehatan Cabang Medan di Aula RS Methodist, Jalan M.H. Thamrin No. 105, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area, Jumat (9/10/2026).

Melalui program CSR tersebut, Rumah Sakit  Methodist menanggung iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 200 orang.

Ketua Yayasan RS Methodist, Ibrahim Siddik, mengapresiasi kerja sama tersebut dan menegaskan bahwa komitmen rumah sakit tidak sebatas penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab RS Methodist dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai prinsip 3K, yakni Kolaborasi, Komunikasi, dan Komitmen,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut menjadi awal hubungan berkelanjutan antara RS Methodist dan BPJS Kesehatan untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Senada, CEO RS Methodist, Assoc. Prof. Dr. dr. Adrian Khu, Sp.OT, FICS, AIFO-K, mengatakan rumah sakit yang telah berdiri hampir 50 tahun itu terus berbenah sejak pergantian manajemen pada Oktober 2025.

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung program pemerintah.

“Dengan nilai-nilai kemanusiaan, kami senantiasa mendukung program BPJS Kesehatan. Kami akan terus mengupayakan pelayanan terbaik bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat luas,” katanya.

Layanan BPJS Ditargetkan Mulai November

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, dr. Yasmine Ramadhana Harahap, MM, AAK, didampingi Kepala Bagian Kepesertaan Supriyanto, menyampaikan bahwa layanan pasien BPJS Kesehatan di RS Methodist ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026.

Ia menjelaskan, kehadiran RS Methodist dalam jaringan pelayanan BPJS akan membantu pemerintah daerah memperluas akses kesehatan masyarakat, terutama karena kemampuan anggaran daerah untuk membiayai kepesertaan JKN masih terbatas.

“Walaupun kita sudah memiliki program UHC Prioritas, kemampuan pemerintah daerah tetap terbatas. Karena itu, pembukaan layanan BPJS di RS Methodist akan sangat membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Yasmine.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan akan kembali melakukan kunjungan untuk meninjau unit pelayanan dan fasilitas medis RS Methodist guna memastikan seluruh persyaratan kerja sama telah terpenuhi.

Yasmine berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Saya melihat sudah banyak pembenahan yang dilakukan. Saya yakin RS Methodist tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Mudah-mudahan rencana yang telah dinantikan masyarakat ini segera terealisasi,” katanya.

Andalkan Layanan Geriatri dan Trauma Center
Direktur Utama RS Methodist, dr. Denny Hady, M.Ked (Clin.Path), Sp.PK, menyatakan pihaknya terus mempersiapkan fasilitas dan tenaga medis untuk mendukung pelayanan pasien BPJS Kesehatan.

Menurutnya, RS Methodist memiliki layanan unggulan geriatri bagi pasien lanjut usia serta Trauma Center untuk penanganan kasus trauma dan kegawatdaruratan.

“Dengan kerja sama ini, kami berkomitmen memenuhi kebutuhan medis masyarakat. Kami siap mengoptimalkan pelayanan dengan dukungan fasilitas kesehatan yang dimiliki,” tegasnya.

Kesiapan tersebut turut diperkuat oleh layanan spesialis yang tersedia di RS Methodist.

Dokter Spesialis Bedah Emergency dan Traumatologi RS Methodist, dr. Mohammad Nawal Hasya, Sp.B, menjelaskan bahwa rumah sakit telah memiliki layanan bedah umum, ortopedi, dan bedah saraf, serta didukung pelayanan penyakit dalam, spesialis anak, dan poli paru.

“Dari sisi layanan bedah, fasilitas dan pelayanan yang tersedia sudah cukup lengkap. Kami optimistis dapat mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam penanganan kasus trauma dan kegawatdaruratan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Medan Area, Dedy Rustam Alamsyah Nst, S.STP, M.SP, mengapresiasi kolaborasi RS Methodist dan BPJS Kesehatan. Ia menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) Pemerintah Kota Medan.

Ia berharap langkah RS Methodist dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lain untuk turut mendukung perluasan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Bishop Gereja Methodist Medan, jajaran BPJS Kesehatan Cabang Medan, direksi RS Methodist, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan, sejumlah dokter spesialis, serta staf medis RS Methodist Medan.(MR/Irwan)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan