Kadisdik Sangkal Dirinya Bertemu Dengan Mantan Kapoldasu Wisnu.

Kadisdik Sangkal Dirinya Bertemu Dengan Mantan Kapoldasu Wisnu.
Bagikan

MetroRakyat.com  I  MEDAN —  Berita terkait pertemuan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar dengan mantan Kapoldasu Wisnu Amat Sastro dihotel mewah JW.Marriot pada Rabu (20/7/2016) disangkal olehnya. Marasutan mengatakan bahwa dirinya diissuekan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, dan mengatakan bahwa publikasi tentang dirinya berlebihan. “Saya tidak ada bertemu dengan bapak Wisnu, dan ada orang-orang yang tidak senang dengan saya yang dengan sengaja menghembuskan issue bahwa saya dikatakan curang dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016”, ungkap Marasutan kepada MetroRakyat.com usai peletakan batu pertama Mushola di SMK Negeri 10 Medan, Rabu (3/8/2016). Lebih lanjut Marasutan bercerita bahwa dirinya terlalu lelah dan merasa diuber-uber oleh pihak lain, yang meminta kepadanya agar calon siswa / siswi diloloskan menjadi salah satu pelajar di sekolah milik Pemerintah itu. “Saat itu saya sangat capek dan kemana-mana saya tidak bisa lagi. Dan saya istirahatlah dulu, karenanya saya memesan sebuah kamar di JW Marriot. Sebelumnya ketika saya santai di Lapangan Merdeka, dihubungi oleh orang lain untuk memohon kepada saya agar siswa yang diusulkannya masuk dan lolos, kendati pengumuman sudah usai”, kata Marasutan. Marasutan membenarkan dirinya memanggil masing-masing kepala sekolah baik SD,SMP dan SMA berkumpul di JW Marriot. Pemanggilan para kepala sekolah itu adalah untuk menanyakan bagaimana pertanggungjawaban dengan proses penerimaan peserta didik baru tahun 2016. Marasutan juga mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah berurusan dengan kepolisian apalagi dikabarkan  tertangkap tangan terkait suap menyuap, seperti yang diberitakan beberapa media sebelumnya. Marasutan menyampaikan bahwa dirinya sebagai kepala dinas pendidikan kota Medan sampai saat ini masih menjalankan amanah sebagai pimpinan tertinggi dilingkungannya, dan mengakui bahwa dirinya ingin memajukan pendidikan dengan sepenuh hati. “Saya ini adalah seorang guru juga, dan ada selalu pihak yang tidak suka dengan saya, wajar saja hal itu. Dan, saya juga disodori untuk mampu meloloskan calon siswa agar masuk lulus testing, namun bukannya sedikit tapi 686 orang banyaknya yang bermohon”, tandas pria dengan logat Tapanuli Selatan itu.

Seperti berita sebelumnya, informasi yang beredar mengatakan bahwa Mantan Petinggi Poldasu saat itu melihat langsung Marasutan Siregar bersama Ketua MKKS SMP (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), Nurhalimah Sibuea diduga sedang melakukan transaksi fee senilai ratusan juta rupiah di salah satu kamar di hotel JW Marriot, Rabu (20/7). Ironisnya, beberapa petugas yang disebut Narasumber yakni Kepolisian dari Mabes Poldasu, membawa Marasutan dan tidak diketahui selanjutnya, apakah Marasutan diperiksa atau dilaporkan sebagai orang yang diduga menerima suap. Hal itu dibuktikan, dengan adanya konfirmasi dari pihak Poldasu yakni melalui Kabid Humas Poldasu Kombespol Rina Ginting menyatakan bahwa Marasutan atau Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan tidak ada ditangkap atau dibawa ke Poldasu, dalam rangka penerimaan fee atau suap. Selain itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Ramlan Tarigan saat dihubungi menegaskan dan menepis bahwa informasi yang menyebutkan Pelaksana Harian (Plh) Kadisdik dihunjuk Walikota Medan berinsial A.L, tidak diketahui olehnya. Ramlan mengakui bahwa Marasutan masih duduk sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. (MR/Team).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.