Wakil Bupati Karo Cory S.Sebayang : Santuni Rp.17.5Jt Kepada Ahli Waris Korban Erupsi Sinabung

Wakil Bupati Karo Cory S.Sebayang : Santuni Rp.17.5Jt Kepada Ahli Waris Korban Erupsi Sinabung
“Kita juga memberikan uang sewa rumah dan sewa lahan, dan kita himbau kepada pemerintah setemoat seperti kepala desa bahkan camat berkali-kali agar warga didesa Gamber tersebut meninggalkan desanya dikarenakan desa Gamber masih berstatus zona merah. Namun, kita tetap tidak bisa paksakan. Dan masih saja ada warga desa yang tinggal didesa tersebut, dan begitulah jadinya”

MetroRakyat.com  I  KARO  — Pemerintah Kabupaten Karo melalui Wakil Bupati Karo, Cory S.Sebayang prihatin dan berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam Erupsi Sinabung Sabtu 21 Mei 2016 lalu. Cory Sebayang saat dikonfirmasi MetroRakyat.com menuturkan kedukaan mendalam bagi pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Karo atas jatuhnya korban jiwa yang luka-luka dan meninggal dunia, Minggu (22/5). Selain itu Cory berpendapat bahwa musibah yang terjadi kemarin tidak dapat dijangkau atau diprediksi. Namun, Pemkab Karo dalam hal ini telah menegaskan kepada penduduk dikawasan desa Gamber agar meninggalkan desanya dan segera hijrah dikarenakan zona merah untuk titik kerawanan erupsi, ungkapnya. 

“Kita juga memberikan uang sewa rumah dan sewa lahan, dan kita himbau kepada pemerintah setemoat seperti kepala desa bahkan camat berkali-kali agar warga didesa Gamber tersebut meninggalkan desanya dikarenakan desa Gamber masih berstatus zona merah. Namun, kita tetap tidak bisa paksakan. Dan masih saja ada warga desa yang tinggal didesa tersebut, dan begitulah jadinya”, ungkap orang nomor dua di Karo tersebut.

Pada kesempatan tersebut, kepada MetroRakyat.com, Wakil Bupati Kabupaten Karo Cory Sebayang akan memberikan santunan sebesar 17,5 juta rupiah untuk ahli waris bagi korban yang meninggal dunia. Dan untuk korban yang terluka akibat erupsi, Pemerintah Karo akan menanggung biaya perobatan sampai pulih, tandas Cory.

Personel Kodim Tanah Karo Evakuasi Warga Desa Gamber.

Ratusan personel Kodim 02/05 Kabupaten Tanah Karo kembali mengevakuasi warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo, Minggu (22/5/2016) pagi.

Sebelumnya, tujuh warga Desa Gamber, meninggal dunia dan dua orang sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUP Adam Malik, Medan lantaran terkena awan panas Gunung Sinabung, Sabtu (21/5/2016) sore.

Desa Gamber berjarak 4,5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Artinya, berada di zona merah. Sehingga masyarakat dilarang beraktivitas di kawasan desa itu.

Proses evakuasi warga dipimpin langsung Dandim 02/05 Kabupaten Tanah Karo Letkol Inf Agustatius Sitepu. Pada evakuasi itu, personel tentara memaksa warga keluar dari desa itu.

Selain itu, personel tentara juga membantu warga mengangkat berbagai barang rumah tangga. Secara berbondong-bondong masyarakat keluar kampung gunakan truk.

“Barang bisa kembali dibeli namun nyawa tidak dapat dibeli. Tolong warga tidak lagi berada di sini,” teriak personel tentara.

Sementara itu, Dandim Tanah Karo, kemudian meminta masyarakat untuk keluar dari desa itu dalam waktu lima menit. Bahkan, ia meminta awak media agar tidak mendekat dengan daerah terkena awan panas.

“Dalam waktu lima menit, kawasan ini harus kosong. Tolong dicek warga yang masih ada di sini harus keluar. Ini bahaya,” ujar Dandim kepada warga di lokasi.

 Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa korban jiwa akibat awan panas letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, bertambah.

Data Sementara BPBD Karo.

Data sementara dari BPBD Karo, terdapat sembilan orang terlanda awan panas. Dari jumlah tersebut, enam orang meninggal dunia dan tiga orang kritis karena luka bakar akibat awan panas.  “Para korban berada di RS Efarina Etaham Kabanjahe,” kata Sutopo melalui pernyataan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (22/5/2016) pagi. 

Semua korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang berada di zona merah saat Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 WIB.

Adapun para korban meninggal adalah Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nantin Br. Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, dan Ersada Ginting (55). Sedangkan korban lika adalah Brahim Sembiring (57), Cahaya Sembiring (75), dan Cahaya br Tarigan (45).

Saat ini, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas.

Seharusnya tidak ada aktivitas masyarakat. Namun, sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya. Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya. 

Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung.

Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, dilarang ada aktivitas di Desa Gamber karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, lapilli, abu pekat, dan material lain dari erupsi. (Gagasan Bangun/Dio Sinaga/Dean/Peter/int).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.