Mahasiswi UNIMED Asal Medang Deras dapat Penghargaan Dirjen Kebudayaan RI, Dalam Penelitian Dikancah Nasional

Mahasiswi UNIMED Asal Medang Deras dapat Penghargaan Dirjen Kebudayaan RI, Dalam Penelitian Dikancah Nasional
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BATUBARA -Halimatun Syakdiah Seorang Mahasiswi berprestasi yang menempuh pendidikan jurusan pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Medan, berasal dari Medang deras kab.Batu Bara mendapatkan penghargaan dari Direktur Jendral Kebudayaan RI pada bulan Desember 2018 lalu.

Penghargaan itu ia dapatkan karna hasil penelitian yang ia ajukan yang berjudul “Kontruksi dan Kecantikan Perempuan dalam iklan Surat kabar ditanah batak Sumatera Utara 1930-1940” dalam ajang Seminar Sejarah Nasional yang diselenggarakan oleh kerja sama Universitas Gajah Mada dengan Dirjen Kebudayaan RI pada 6 Desember 2018 lalu.

Ia mengatakan, bahwa prestasi yang ia dapatkan bukanlah yang pertama, tapi sudah yang kedua dalam kalinya bergelut dikancah nasional, dan keduanya berhasil sesuai harapan.

“Pada 25 Agustus 2017,saya juga mewakili UNIMED dan SUMUT dalam persentase ilmiah dan poster tema Pekan Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Eksakta (PKM-PE) dengan judul “Studi pendeteksian Dini keberadaan situs purbakala berbasis kombinasi metode geolistrik dengan metode geomagnetik di Desa Lobu Tua kabupaten Tapanuli tengah, dan pada Desember 2018 saya ikuti lagi seminar sejarah nasional yang didalamnya juga ada presentase ilmiah, dan saya pilih tema yang menarik “paradigma dan Arah baru pendidikan dan kesejarahan Indonesia”, degan judul penelitian saya “Kontruksi dan Kecantikan Perempuan dalam iklan Surat kabar ditanah batak Sumatera Utara 1930-1940.” Kata Halimahtun Syakdiah, Mahasiswi pendidikan sejarah Unimed asal Pagurawan, Batu bara. Rabu (06/02/19).

Halimah, kembali menyebutkan pada kompetisi ke-dua nya ada 350 orang pengirim abstrak, dan mayoritas pengirimnya dan saingan nya adalah para dosen karna penelitian tersebut sebenarnya diprioritaskan pada dosen dan mahasiswa S2.

“Saya mendapatkan Informasi bahwa di UGM ada Kompetisi lagi, dan memang awalnya saya gerogi, karna itu adalah ranah dosen masalah penelitian, tapi saya tetap yakin dan Alhamdulillah karya saya diseminar kan pada Desember 2018 ,dari 350 pesaing hanya 125 yang lulus, dan saya satu diantara nya, dan saya dapat penghargaan dari dirjen Kebudayaan RI dan juga para Profesor dan Doktor sejarah” sebutnya.

Hasilnya, ia dapat mepersentasekan karya nya didepan para sejarawan handal.
“Atas Rahmat Allah, Alhamdulillah saya bisa persentasekan karya saya dihadapan para orang hebat itu.” imbuhnya.

Setelah mendapatkan prestasi sedemikian, diantara 350 peneliti hanya 125 yang diluluskan membuat tekadnya semakin mantap untuk meneliti sejarah yang ada di tanah kelahirannya.
“Insyaallah saya akan teliti pulak sejarah jejak temuan benda purbakala arkeologis kabupaten Batubara, ataupun skripsi saya tentang itu nanti nya” tambahnya.

Dan sampai sekarang ia belum ada berharap apa apa dari pemerintah Kab.Batu bara melalui Kadisdiknya.

“Saya tak berharap bantuan apa-apa, yang terpenting kita sudah berikan yang terbaik untuk daerah kita, dan bawa nama harum sumutt dan Batu bara, masalah penghargaan dari Pemkab, itu kembali pada nya masing-masing,” tutup nya.(MR/Arwan Syahputra)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.