Reses Ke II Masa Sidang 1, Antonius Tumanggor Tampung Aspirasi Masyarakat Kecamatan Medan Helvetia, Masalah Lampu Jalan, Drainase, Jalan dan Adminduk Jadi Keluhan Utama

Reses Ke II Masa Sidang 1, Antonius Tumanggor Tampung Aspirasi Masyarakat Kecamatan Medan Helvetia, Masalah Lampu Jalan, Drainase, Jalan dan Adminduk Jadi Keluhan Utama
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan Reses ke II Masa Sidang 1, Antonius Devolis Tumanggor, S. Sos dihadiri lima ratus orang konstituen di Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (21/2). Reses kali ini, dilaksanakan di Jalan Gatot Subroto Gang Harapan No.6 Kelurahan Sei Seikambing C-2 Kecamatan Medan Helvetia.

Usai pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu mars Partai NasDem.

Pada kata sambutan pembuka, Antonius Devolis Tumanggor mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh masyarakat yang diundang hadir pada pelaksanaan reses kedua masa sidang dua tahun 2025 anggota DPRD Kota Medan tersebut.

Legislatif asal dapil 1 kota Medan ini pun meminta agar warga yang mengikuti pelaksanaan Reses II tersebut dapat menyimak dan memanfaatkan momen tiga bulan sekali ini untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan yang terjadi dan dialami di lingkungan masing masing sehingga nantinya dapat ditampung untuk dibawakan pada rapat pimpinan dan di Paripurnakan di DPRD Kota Medan.

“Mari sampaikan aspirasi bapak dan ibu sekalian. Permasalahan administrasi penduduk, terkhusus orang Batak saya kira lebih memprioritaskan adat namun masalah adminduknya terabaikan tentang akta perkawinan. Keluhan ini terkuak ketika saat mengurus anak sekolah (pindah atau masuk baru) dan hendak melamar kerja dan meminjam uang ke bank dan mengurus sebagai penerima bantuan sering mengeluh dan datang meminta tolong kepada saya, “katanya.

Antonius mengatakan jangan terlalu menyalahkan pihak kelurahan, kecamatan ataupun Dinas Kependudukan yang katanya lambat atau berbelit -belit ketika mengurus akta lahir. ” Ini harus disampaikan kepada tokoh adat dan masyarakat lainnya agar masalah ini tidak menjadi kendala di kemudian hari, “ujarnya.

Camat Medan Helvetia, Junaedi Lumbangaol yang hadir di cara Reses tersebut juga menyampaikan harapan yang sama. Karena momen pertemuan adalah menampung aspirasi, Camat Medan Helvetia ini pun meminta agar pembangunan yang belum terealisasi di wilayah kerjanya dapat ditampung dan direalisasikan melalui peran Antonius Tumanggor selaku wakil rakyat dari Dapil 1 Kota Medan.

” Selaku Camat di Medan Helvetia, saya sangat mengharapkan pembangunan seperti perbaikan drainase, LPJU, Jalan rusak, masalah pendidikan, permasalahan sampah dan kesehatan kiranya dapat terealisasikan tahun ini, “ujar Camat.

Camat juga berharap sistem keamanan lingkungan (Siskamling) agar diaktifkan kembali, sebab peran warga masyarakat dalam menjaga dan mengamankan lingkungannya masing masing sangat penting agar ketentraman dan kenyamanan lingkungan khususnya di kecamatan Medan Helvetia dapat terlaksana.

“Mengaktifkan kembali Siskamling akan dapat membantu menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan tempat tinggal kita. Saya juga menghimbau kepada para orangtua agar menjaga anak anak kita, untuk tidak keluar rumah diatas jam 22.00 Wib ke atas. Mungkin anak kita bukan pelaku namun rentan menjadi korban, “ucapnya.

Perwakilan dari Dinas Sosial, Linda br Silalahi yang hadir juga turut menyampaikan program Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi jaminan warga kemungkinan mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial melalui Kementerian Sosial.

Dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi SDABMBK Kota Medan yang diwakili oleh Fahrul Fitrah menjelaskan tugas mereka adalah memelihara dan merawat infrastruktur di area Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah seperti drainase, dan jalan. ” Jika untuk pengaspalan baru dan pembuatan drainase itu adalah kewenangan kantor induk kami yang dipimpin oleh Kadis SDAMBK Kota Medan, “ujar nya.

Pada sesi tanyajawab yang dilakukan, Herlina br. Pakpahan (70), warga Jalan Pembangunan Gg.Sejahtera mengaku belum memiliki fasilitas air dari PDAM. Dia juga minta melalui anggota dewan dapat menambah tiang listrik lampu penerangan jalan umum dan tempat penampungan sampah.

Robert Andar Malau, warga jalan Helvetia Raya, mengeluhkan masih banyak kubangan. “Mohon kepada bapak dewan, karena sudah susah kami, lapor sama kepling katanya sabar. Kalau drainase di blok 14 perumnas Helvetia sudah bagus, namun setiap hujan pasti banjir dan sampai selutut. Kalau hujan kami harus menunggu sekitar 2 jam setelah air surut baru bisa kerumah atau mau keluar rumah.

Senada dengan Robert, Lorensus Manurung, mengatakan di kelurahan Dwikora, ada 3 (tiga) lokasi yang jika hujan 10 menit jalan langsung tergenang air. Tiga lokasi tersebut yakniGang Batak, antara Jalan Budi Luhur dan Jalan Amal Luhur, hujan sebentar langsung banjir.

Menjawabnya, perwakilan dari Dinas SDAMBK Medan, Fahrul Fitrah mengatakan akan melakukan survei ke lokasi yang dikeluhkan warga tersebut.
“Kami akan mencari pokok masalah drainase, setelah itu baru kami akan perbaiki jalan, itu lah solusi dari kami, ” ujarnya.

Camat Helvetia Junaedi mengatakan untuk perbaikan jalan di blok 12 perumnas Helvetia sudah dilakukan survei dan tahun ini akan dilakukan pembetonan jalan.

Untuk permintaan warga yang belum mendapat fasilitas air bersih dari PDAM Tirtanadi, Antonius menjelaskan sudah menghubungi pihak PDAM Tirtanadi dan segera akan turun melakukan survei untuk pemasangan air bersih milik PDAM Tirtanadi.

Bantuan STKS tidak tepat sasaran

Pada reses itu, Antonius Tumanggor juga mendapat informasi dari warga bahwa bantuan DTKS tidak selalu berpihak pada masyarakat yang membutuhkan.
Seorang warga marga Situmorang mengaku dia tidak pernah mendapat bantuan, sementara tetangganya memiliki mobil pribadi selalu mendapatkan bantuan dari pemeritah.

“Saat ditanya ke Kepling, saya hanya mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan, disuruh urus berkas senja sudah saya serahkan namun tetap saja saya tidak pernah mendapatkan bantuan.

Mendengar itu, Antonius Tumanggor mengatakan peran Kepling sangat dibutuhkan agar warganya terdata untuk mendapatkan bantuan. Sebab, Kepling yang mengetahui warga nya itu layak atau tidak menerima bantuan.

Kalau warga tidak mendapatkan bantuan, sementara diketahui susah dan ternyata yang mendapatkan bantuan orang yang mampu, maka Keplingnya perlu dievaluasi.

” Saya minta agar lurah dan camat mengevaluasi para Kepling yang tidak bekerja untuk warganya. Kalau terbukti saya minta di pecat saja. Karena jangan saat maju jadi Kepling dia memohon kepada warga dan ketika sudah terpilihnya warganya malah dia abaikan, “tegas politisi dari Partai NasDem DPRD Kota Medan ini.

Pelaksanaan Reses II sesi pertama ini, Antonius Tumanggor juga memberikan tali asih kepada relawan Sopo ATRestorasi Bersatu yang rumah mereka tergusur dampak pelebaran rel kereta api.

Acara pun diakhiri dengan pemberian stater kit, nasi kotak, dan berawal foto bersama. (MR/Irwan)

Metro Rakyat News