PSR ACEH TERUS BERKEMBANG
METRORAKYAT.COM, ACEH – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Provinsi Aceh terus berkembang dan berjalan hampir mendekati target untuk tshun 2019, demikian disampaikan Azanuddin Kurnia, SP, MP selaku Koordinator Bidang Peremajaan yang juga Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh.
Sampai per 30 November 2019, jumlah usulan sudah sekitar 11.400 an ha dari sekitar 4000an petani dari 8 kabupaten. Kita bahagia karena nikmat yang diberikan Allah SWT melalui program.PSR ini direspon positif oleh masyarakat terutama pekebun sawit yang sawitnya sudah tidak produktif lagi.
Selain dalam melaksanakan PSR dengan kegiatan inti, di sebagian petani atau pengusul ada yang menambahkan membuat gula sawit dari nira sawit, melakukan tumpang sari jagung dengan sawit, saling berbagi pengetahuan antar satu kabupaten dengan kabupaten lainnya dan terus melakukan kemitraan dengan perusahaan besar untuk keberlanjutan program PSR.
Inovasi Aceh tersebut dalam PSR telah membuat Tim dari PSR Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Elman Kabid Perkebunan Disbun Sumatera Selatan datang untuk studi banding ke Aceh Tamiang sekitar beberapa waktu yang lalu. Kedatangan mereka dengan mengikutsertakan ibu2 PKK Sumatera Selatan disambut oleh Kadistanbunnak Aceh Tamiang Yunus SP, Kabid Perkebunan Edwar bersama jajarannya.
Mereka diberikan pemahaman tentang teori dan praktek tentang tata cara pembuatan gula sawit oleh Ir. Abdul Muis dan Sumarno. Tim dari Sumatera Selatan sangat supraise dengan hasil yang mereka lihat bahwa dari batang sawit yang sudah ditumbang bisa menghasilkan tambahan ekonomi bagi petani. Menurut mereka gula sawit ini bisa menjadi kuah untuk empek-empek Palembang, makanan khas Sumatera Selatan.
Menjelang Hari Perkebunan ke 62 di Malang nanti, dari Aceh ternyata mendapat undangan dari Dirjenbun untuk menerima penghargaan atas prestasi dan usaha di bidang perkebunan khususnya PSR.
Aceh mendapat kehormatan untuk menerima penghargaan dari Mentan yaitu Plt Gubernur Aceh, Kadistanbun Aceh, Bupati Aceh Tamiang, dan Kelompok Tani Pama Mandiri yang diwakili Sumarno sebagai pengrajin gula sawit. In Syaa Allah mereka akan mendapat penghargaan dari Mentan pada Tanggal 10 Desember 2019 di Malang.
Ini semua adalah izin Allah Swt dan sesuai arahan Kadistanbun Aceh A. Hanan, SP, MM yang mendukung dan memotivasi seluruh Tim PSR Provinsi Aceh, Kabupaten/Kota dan para pengusul, ujar Azan yang juga sebagai Ketua PISPI (Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Pusat) Wilayah Aceh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Plt. Gub Aceh, Pak Hanan sebagai Kadistanbun Aceh, para bupati/walikota, Tim PSR Kabupaten dan para pengusul atas kerjasama kita selama ini. Kekompakan ini perlu terus kita jaga untuk mengawal dan menjalankan program sesuai aturan yang berlaku,” ujar Azan panggilan akrabnya.(mr/SR)
