Bersama Warga, Antonius Tumanggor Daftar IKD dan Perlinsos Dikantor Lurah Sei Agul
METRORAKYAT. COM, MEDAN – Kantor Kelurahan Sei Agul di Jalan Danau Laut Tawar, Kecamatan Medan Barat, mendadak ramai, Senin (10/8/2026). Puluhan hingga ratusan warga berdatangan untuk melakukan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) sekaligus validasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mempercepat pendataan masyarakat sekaligus mendukung program nasional pemerintah dalam memastikan data kependudukan dan data sosial masyarakat semakin akurat.
Hadir dalam kegiatan itu anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor, Lurah Sei Agul Ade Kurniawan, operator Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Medan, Bhaninkamtinmas Polsek Medan Barat Aiptu B Silalahi serta para kepala lingkungan se-Kelurahan Sei Agul.
Antonius Tumanggor mengatakan, percepatan pendaftaran IKD dan Perlinsos merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perlindungan dan bantuan sosial.
Menurutnya, masih banyak warga di Kecamatan Medan Barat, khususnya Kelurahan Sei Agul, yang belum melakukan pendaftaran maupun pemutakhiran data melalui IKD.
“Masih banyak masyarakat yang belum mendaftarkan diri melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Padahal, pemutakhiran data ini sangat penting untuk mendukung program pemerintah, termasuk Perlindungan Sosial,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.
Antonius menyebutkan, Pemerintah Kota Medan terus mendorong agar masyarakat, khususnya keluarga miskin dan kurang mampu, dapat terdata dengan baik sehingga bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Harapan kita, seluruh masyarakat yang memang membutuhkan bantuan dapat terdata dengan baik. Jangan sampai ada warga yang layak menerima bantuan tetapi tidak terdata karena persoalan administrasi,” katanya.
Ia juga mengakui masih rendahnya partisipasi sebagian masyarakat disebabkan minimnya informasi serta beredarnya informasi yang tidak benar atau hoaks mengenai IKD dan Perlinsos.
“Karena kurang informasi dan adanya berita hoaks, masih ada masyarakat yang ragu untuk mendaftarkan IKD. Ini yang harus kita luruskan bersama,” tegasnya.
Melihat kondisi tersebut, Antonius bersama Lurah Sei Agul kemudian menggagas Gebyar Percepatan Pendaftaran IKD dan Perlinsos di Kantor Kelurahan Sei Agul.
Menurut Antonius, kegiatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pendataan sekaligus memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya IKD dan validasi data sosial.
“Antusias masyarakat hari ini luar biasa. Warga berbondong-bondong datang ke kantor lurah untuk mendaftarkan IKD. Bahkan petugas sempat kewalahan karena tingginya antusiasme masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemko Medan melalui Dinas Dukcapil, kecamatan, kelurahan hingga kepala lingkungan terus melakukan sosialisasi dan pendataan agar masyarakat segera melakukan pendaftaran serta pemutakhiran data.
Sementara itu, Lurah Sei Agul Ade Kurniawan mengatakan, kegiatan gebyar percepatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Dengan dukungan para kepala lingkungan, warga diarahkan untuk datang langsung ke kantor kelurahan guna melakukan pendaftaran IKD dan validasi data Perlinsos.
“Kegiatan ini kami laksanakan satu hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Ada sekitar 100 orang yang mengikuti kegiatan ini,” kata Ade.
Meski gebyar dilaksanakan hanya satu hari, Ade memastikan pelayanan pendaftaran IKD dan Perlinsos tetap dibuka setiap hari kerja di Kantor Kelurahan Sei Agul.
“Kami tetap menerima masyarakat yang ingin mendaftar IKD dan Perlinsos. Di kelurahan juga sudah ada operator administrasi kependudukan sendiri,” jelasnya.
Ade berharap kegiatan tersebut dapat membantu mempercepat pencapaian target pendataan masyarakat Sei Agul. Saat ini terdapat sekitar 7.252 kepala keluarga (KK) yang menjadi sasaran pendataan.
“Target kita tentunya seluruh KK di Sei Agul dapat terdaftar di IKD. Dengan data yang semakin valid, masyarakat nantinya dapat mengetahui apakah mereka masuk sebagai penerima bantuan atau tidak,” ujarnya.
Menurut Ade, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan sanggahan apabila merasa memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan namun belum mendapat bantuan dari pemerintah.
“Jadi masyarakat tidak hanya mengetahui statusnya, tetapi juga bisa melakukan sanggahan apabila merasa layak menerima bantuan namun belum mendapatkannya,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Lingkungan 8 Sei Agul, Nursidah Hutasoit. Ia mengapresiasi Antonius Tumanggor dan Lurah Sei Agul yang telah menggagas kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Antonius Tumanggor dan Pak Lurah Sei Agul yang sudah memprakarsai kegiatan ini. Ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga bernama Liska. Ia mengaku senang dapat mengikuti pendaftaran IKD dan Perlinsos secara langsung di kantor kelurahan.
“Saya senang bisa ikut mendaftar IKD dan Perlinsos. Kegiatan seperti ini sangat membantu warga karena prosesnya dilakukan langsung di kantor lurah,” pungkasnya.(MR/Irwan)

