Tidak Tahan Lagi! Emak-emak Kampung Nangka Turun ke Jalan, Desak Pengaspalan Segera
METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Suara emak-emak warga Kampung Nangka menggema penuh kemarahan. Tidak tahan lagi menghirup debu yang tiada henti meresahkan kesehatan keluarga, mereka turun ke jalan bersama PAC. GRIB JAYA Kecamatan Secanggang, Senin (10/8/2026). Aksi spontan ini bahkan sampai menutup akses jalan sebagai tanda ketidaksabaran yang sudah memuncak.
Proyek pengaspalan jalan tahap I sepanjang 450 meter sebenarnya sudah dimulai sejak 20 Juli 2026. Lapisan pondasi pun sudah terhampar. Namun justru di titik itu pekerjaan terhenti. Tanpa lapisan pelindung, debu beterbangan ke mana-mana, meresahkan setiap rumah dan membahayakan kesehatan inilah penderitaan yang sudah terlalu lama dipikul warga.
Dalam orasinya, Ketua PAC Grib Jaya Kecamatan Secanggang menyampaikan pesan tegas bersama para emak-emak: “Kami memberi waktu untuk membuktikan janji. Namun jika Pemerintah Kabupaten Langkat dan Dinas PUPR ternyata mengingkarinya, jangan salahkan kami jika kembali turun ke jalan dengan tuntutan yang lebih besar!”
Di bawah tekanan warga, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Langkat Arie Ramadhany, S.IP, M.SP. akhirnya hadir di lokasi. Ia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang terjadi. Meski menyebut masa kerja kontrak mencapai 120 hari dan hasil uji laboratorium baru saja keluar, namun di hadapan warga ia berjanji:
“Besok, Selasa pukul 17.00 WIB, alat berat sudah diturunkan. Dan hari Rabu, pengaspalan sudah mulai dikerjakan,” ujarnya di hadapan warga yang menanti dengan penuh harap sekaligus ragu.
Janji itu kini menjadi taruhan. Warga sudah terlalu lama menahan debu dan menelan keterlambatan. Yang mereka butuhkan bukan lagi alasan atau penjelasan teknis — melainkan aspal yang segera menutup jalan itu. Apakah janji kali ini benar-benar ditepati? Warga menunggu pembuktiannya hari ini dan esok. (mr/yo)
