Reses II Sesi ke I, David Roni G Sinaga Ingatkan Pihak Rumah Sakit Jangan Persulit Pasien BPJS dan UHC Ketika Datang Berobat

Reses II Sesi ke I, David Roni G Sinaga Ingatkan Pihak Rumah Sakit Jangan Persulit Pasien BPJS dan UHC Ketika Datang Berobat
Bagikan

METRORAKYAT. COM, MEDAN – Wakil rakyat asal dapil 4 Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE mengingatkan agar seluruh rumah sakit di kota Medan tidak mempersulit pasien yang menggunakan fasilitas UHC dan BPJS Kesehatan gratis saat akan berobat. Sebab, Pemko Medan telah menganggarkan miliaran rupiah yang diambil dari APBD Pemko Medan untuk membayarkan biaya kesehatan masyarakat Medan.

Hal ini ditegaskan David Roni G Sinaga saat melaksanakan kegiatan Reses masa sidang II tahun ke II tahun 2015 sesi I di jalan SM Raja No. 50 Kelurahan Harjosari I kecamatan Medan Amplas, Senin 24 Februari 2025 yang dimulai pukul 10.00 Wib sampai selesai.

Diucapkan politisi dari Partai PDI Perjuangan ini bahwa keluhan yang dia dengar dari masyarakat tentang ulah oknum pihak rumah sakit yang seolah alergi menerima pasien pengguna fasilitas Universal Health Coverage dan BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah.

“Kami dari Fraksi PDI Perjuangan mengingatkan kepada seluruh rumah sakit di kota Medan agar jangan sampai ada laporan warga pengguna UHC dan BPJS Kesehatan yang mengeluh karena ditolak pihak Rumah Sakit saat akan berobat, ” terang David Roni.

Disebut David lagi jika memang ada lagi ditemukan pihak Rumah Sakit yang mempersulit pasien BPJS Kesehatan dan UHC maka dia menghimbau warga agar melaporkan hal itu langsung melalui staf nya atau dirinya langsung agar Rumah Sakit tersebut dapat ditindak atau izin operasionalnya dicabut oleh pemko Medan dan pihak BPJS Kesehatan tidak lagi melakukan kerjasama dengan rumah sakit yang bandal.

David R G Sinaga menyebut, selalu anggota DPRD Medan dia bersama seluruh anggota DPRD Medan terus memperjuangkan anggaran untuk diberikan guna membayar biaya pelayanan kesehatan masyarakat Kota Medan. “Jadi mau itu BPJS Kesehatan menunggak, tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan tidak perlu panik, sebab sudah ada layanan kesehatan UHC gratis bagi masyarakat kota Medan, ” sebutnya.

David Roni G Sinaga pada kegiatan reses II yang dilaksanakan tersebut mengatakan pentingnya pelaksanaan Reses dilakukan oleh anggota dewan karena dapat bertemu dan berkomunikasi langsung terkait keluhannya masyarakat. Selain itu, kehadiran perwakilan Dinas dan pihak kecamatan maupun kelurahan akan mampu mendengar langsung aspirasi masyarakat dan diharapkan segera dapat ditindaklanjuti.

“Jadi saya sampaikan di sini kepada bapak ibu semua, jangan segan dan jangan sungkan menyampaikan keluhannya. Apa yang menjadi sumber aspirasi harus di ungkapkan. Bagi bapak ibu yang tidak mendapat bagian untuk bertanya, nanti bisa dituliskan di buku kecil yang sudah dibagikan oleh tim,” ujarnya.

Pada kesempatan itu David Roni sangat menyayangkan, perwakilan dari BPJS Kesehatan tidak hadir dalam reses ini.

“Bapak dan Ibu tidak perlu ragu atau kauatir, semua aspirasi yang menjadi keluhan dapat di realisasikan dengan baik,” tuturnya.

Sebelumya, pada sesi tanyajawab,
Ibu Siniati br Marpaung mengeluhkan sulitnya ketika akan berobat ke rumah sakit dengan menggunakan UHC ataupun BPJS Kesehatan yang gratis.

Siniati mengatakan pernah berobat ke salah satu rumah sakit di kota Medan, dan karena mereka tidak memiliki BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit meminta mereka untuk mengurus terlebih dahulu BPJS Kesehatan, namun setelah kartu BPJS Kesehatan sudah dimiliki pihak rumah sakit mengatakan kamar sudah full dan diminta agar mencari rumah sakit yang belum full.

“Ini kan namanya kami warga di bola bola, padahal BPJS Kesehatan sudah kami bayar, selalu dikatakan kamar full. Apa sampai mati dulu pasien baru mereka tolong, ” ujar ibu tua ini.

Keamanan lingkungan

Mukiani warga Kelurahan Harjosari meminta kepada wakil rakyat dari PDIPerjuangan ini untuk dapat berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan mengaktifkan kembali Siskamling. Alasan ini dikatakan warga ini karena situasi yang menurutnya kurang aman. Dimana begal dan pencurian semakin merajalela. “Kalau ada yang ronda setiap malam, pastilah lingkungan tempat tinggal kita aman dan terhindar dari bahaya kriminal, apalagi sebentar lagi mau memasuki bulan puasa, ” katanya.

Menjawab itu, David Roni Sinaga mengatakan masukan tersebut akan disampaikan kepada pemko dan pihak kecamatan agar dapat direalisasikan. Karena menurut David Roni Sinaga kota Medan saat ini masih sering terjadi begal dan aksi pencurian. Kalau setiap lingkungan menghidupkan kembali Siskamling, maka peluang ruang gerak bagi pelaku tindakan kriminal dapat diperkecil.

Dari semua sesi tanya jawab yang dilakukan, masyarakat meminta agar ketertiban dan ketentraman umum dapat terealisasi di daerah kecamatan Medan Amplas.
Menanggapi masalah ketertiban umum, perwakilan Kecamatan Medan Denai akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk mengamankan orang tak dikenal yang selalu membuat onar.

“Secepatnya tim Trantib akan turun langsung ke lokasi, untuk memantau apa saja yang mereka lakukan. Kita pastikan, keamanan yang kondusif akan tercipta kembali,” tutupnya.

Pelaksanaan Reses II Masa Sidang II anggota DPRD Kota Medan tahun 2024/2025 sesi I dilaksanakan oleh anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE diakhir dengan berswafoto bersama dan membagikan nasi kotak serta kue kotak dan suvenir.

David Roni G Sinaga berharap pelaksanan Reses dapat bermanfaat dan semua lembaran aspirasi yang telah ditulis masyarakat akan dibawa pada pimpinan untuk dirapatkan dan dibawa kedalam sidang Paripurna.(MR/red)

Metro Rakyat News