Suara Wong Chun Sen Hilang 20, Saksi PDI Perjuangan Tolak Hasil Perhitungan Suara Perolehan Caleg PPK Kecamatan Medan Deli

Suara Wong Chun Sen Hilang 20, Saksi PDI Perjuangan Tolak Hasil Perhitungan Suara Perolehan Caleg PPK Kecamatan Medan Deli
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Salah seorang calon legislatif dari partai PDI Perjuangan Nomor Urut 2 Dapil Medan 3, Wong Chun Sen Tarigan keberatan atas berkurangnya perolehan suara miliknya di kecamatan Medan Deli sebanyak 20 suara. Hal ini dia ketahui dari laporan saksi dan rekapitulasi C1 dan D1 hasil miliknya yang tidak singkron dengan jumlah suara yang dikeluarkan oleh pihak PPK di kecamatan Medan Deli.

Dari hasil rekapitulasi surat suara c1 dan D1 hasil suara caleg dengan Nomor Urut 2 sebelumnya 1387 namun, setelah dihitung dan saat hendak di tanda tangani saksi partai melihat ada pengurangan suara menjadi sebanyak 20 sehingga hasil perolehan suara caleg nomor urut 2 dari Dapil 3 partai PDI Perjuangan berjumlah 1367.

Tentunya hal ini tidak bisa diterima oleh saksi partai dan tidak mau menandatangani dokumen perolehan suara tersebut.

Masalah ini juga menurut Wong Chun Sen sudah dilaporkan kepada ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, Mutia Atiqah dan sempat mengatakan akan membicarakan hal tersebut kepada anggotanya.

Diakui Wong Chun Sen yang juga caleg Petahana ini bahwa Ketua KPU Medan melalui timnya pernah mengatakan akan mencari dimana letak 20 suara yang dikatakan hilang. Dan saat di Le Hotel Polonia masalah tersebut diketahui sudah selesai. “Artinya, 20 suara milik caleg nomor urut 2 di Dapil 3 kota Medan sudah dikembalikan.

Namun, Selasa (12/3) KPU Kota Medan kembali melalukan penghitungan suara hasil rekapitulasi ditingkat kecamatan se Kota Medan. Sempat terjadi argumen dari saksi PDI Perjuangan bernama Budi Susanto, SH yang menjabat sebagai Srkretaris BSPN PDI Perjuangan Kota Medan.

Budi mengatakan agar pihak pihak KPPS kecamatan Medan Deli dapat menjelaskan kemana dan di TPS mana kehilangan siara yang terjadi. Namun tanpa menuduh sesama. caleg. Budi hanya meminta agar pimpinan KPU Medan dapat menjelaskan kemana 20 suara yang hilang dan jika salah input ke caleg mana suara tersebut masuk. “Ini harus segera di clear kan agar kami tahu dan jika memang 20 suara itu benar milik caleg nomor urut 2 agar segera di kembalikan, ” tegas Budi.

Ketua KPPS Kecamatan Medan Deli dan Ketua KPU Medan sempat terdiam beberapa saat memikirkan jawaban apa yang akan mereka lontarkan menjawab pertanyaan saksi dari PDI Perjuangan itu. Akhirnya pimpinan KPU sempat menerima tawaran saksi agar melaga C1 dan D1 hasil milik caleg nomor urut 2 dari partai PDI Perjuangan. Namun, para saksi dari partai lainnya yang hadir di rapat pleno tersebut keberatan mengingat waktu dan apalagi menurut mereka sebelumnya, selama perhitungan di KPU Medan, tidak ada saksi yang keberatan dengan hasil 1367 milik caleg nomor urut 2 tersebut.

Melihat itu, Budi Susanto pun menerima aspirasi dari saksi partai lain dengan catatan khusus untuk hasil perhitungan suara caleg nomor urut 2 dari partai PDI Perjuangan dihitung terpisah.

Usai menyampaikan aspirasinya dan keberatan kepada Ketua KPU Kota Medan, Budi Susanto bersama saksi di Kecamatan Medan Deli inipun walk out atau keluar dari ruangan.
Meski saksi dari PDI Perjuangan tersebut keluar, ketua KPU Kota Medan tetap melanjutkan hasil rekapitulasi perhitungan suara caleg DPRD Kota Medan dari Dapil 1 sampai Dapil 5.(MR/Irwan)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.