Viral Di Medsos Bantuan Bansos Tak Tepat Sasaran, Netizen : Itu Fakta Yang Selama Ini Terjadi

Viral Di Medsos Bantuan Bansos Tak Tepat Sasaran, Netizen : Itu Fakta Yang Selama Ini Terjadi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PALEMBANG – Pemberitaan tentang penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tak tepat sasaran ramai di media sosial. Hal ini memicu reaksi netizen yang menyebut bahwa hal tersebut merupakan fakta yang terjadi di lapangan.

Salah satu contoh pemberitaan yang ramai disorot adalah terkait dengan penyaluran bansos. Sebuah berita yang beredar di media sosial narasumber mengatakan seorang warga yang mengeluhkan bahwa ia tidak menerima bansos. Padahal, ia merupakan salah satu keluarga miskin yang terdaftar sebagai penerima bansos.

Berita tersebut pun mendapat tanggapan dari netizen yang menyebut bahwa hal itu merupakan fakta yang sering terjadi. Mereka mengatakan bahwa penyaluran bansos sering kali tidak tepat sasaran dan hanya menguntungkan segelintir orang.

“Itu fakta. Bansos sering kali tidak tepat sasaran. Yang berhak menerima malah tidak dapat, yang tidak berhak malah dapat,” tulis salah satu netizen.

“Pemerintah harus segera memperbaiki sistem penyaluran bansos agar tepat sasaran. Jangan sampai bansos yang seharusnya untuk membantu masyarakat miskin malah dinikmati oleh orang-orang yang tidak berhak,” tulis netizen lainnya.

Sementara itu saat awak media mengkonfirmasi salah satu Ketua Rt yang ada di Kecamatan Kertapati dia mengatakan, yang terjadi selama ini hanya ada pengurangan anggota penerima bantuan, sementara penambahan anggota penerima bantuan tidak ada.

“Banyak warga yang terdaftar dan memiliki kartu PKH di Kecamatan Kertapati, tapi mereka cuma menerima pencairan bantuan dari pemerintah hanya satu kali dan ada yang hanya dua kali, sudah berapa tahun ini mereka tidak lagi menerima bantuan tersebut, ini juga tidak ada kejelasannya dari pihak Koordinator PKH Kecamatan Kertapati maupun dari pendamping PKH yang ada disetiap Kelurahan,” kata JH saat dikonfirmasi awak media ini, Jum,at (01/12/2023).

Dia melanjutkan, nama yang terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah selama ini hanya nama yang itu itu saja, sementara warga miskin yang layak di Kecamatan Kertapati, tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut.

“Kuat dugaan kami, kalau data nama terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut hanya di copypaste saja oleh Oknum dinas terkait yang ada di Kota Palembang, terbukti dari penerima bantuan beberapa tahun ini, hanya terdaftar yang itu saja nama penerimanya, diantara penerima tersebut ada juga yang telah meninggal dunia ataupun nama yang tidak ditemukan karna telah pindah domisili ke wilayah Kota/ Kabupaten lain,” ungkapnya.

Selain itu diajuga mengungkapkan, setelah adanya program bantuan Danom keluar untuk membantu keluarga miskin dari pemerintah pusat, barulah katanya ada penambahan anggota sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

“Bantuan penerima baru dari program Danom tersebut banyak yang tidak tepat sasaran, ada yang mengatakan mereka daftar Online melalui aplikasi Dinsos Ri, tapi setidaknya sebelum adanya pencairan pihak Koordinator PKH Kecamatan Kertapati ataupun para pendamping PKH yang ada disetiap Kelurahan, melakukan survei layak tidak layaknya yang bersangkutan menerima bantuan tersebut, karna mereka telah mengantongi data nama penerima bantuan baru tersebut dari pusat” tuturnya.

Adanya kejadian ini lanjutnya bukan kesalahan dari pemerintah selaku pemberi bantuan, pemerintah memberikan bantuan tersebut berdasarkan data yang dikirim ke Pusat oleh dinas terkait yang ada di Kota Palembang.

“Setiap Ketua Rt yang ada di Kecamatan Kertapati selalu berupaya mengajukan nama warganya yang miskin agar mendapatkan bantuan dari pemerintah, tapi kenyataan yang terjadi selama ini hanya nama itu saja yang terdaftar keluar sebagai penerima bantuan dari pemerintah pusat dan juga bantuan lainnya,” pungkasnya. (MR/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.