Proyek Tambatan Perahu Didistrik  Kwor Terbengkalai, Dinas Perhubungan Belum Mencairkan Anggaran Tahap Pertama

Proyek Tambatan Perahu Didistrik  Kwor Terbengkalai, Dinas Perhubungan Belum Mencairkan Anggaran Tahap Pertama
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAMBRAUW –  Proyek pembangunan tambatan perahu di Distrik kwor Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat Daya  ini terlihat terbengkalai, entah apa penyebab terbengkalainya proyek  yang sudah menelan anggaran negara namun belum ada kelanjutannya.

Berikut keterangan dari pengusaha yang mengerjakan proyek  tambatan perahu di Distrik Kwor  ” Kamarudin Kepada wartawan lewat telepon selulernya, Selasa (04/06/2023)  menjelaskan sejak awal kontrak pekerjaan pada bulan Febuari 2023 kami kerja menggunakan anggaran pribadi dan belum pernah  mengajukan tagihan anggaran ke dinas Perhubungan Kabupaten Tambrauw.

Wajarlah kegiatan ini kita hentikan untuk sementara waktu, karena dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tambrauw belum mencairkan anggaran tahap pertama untuk pekerjaan kegiatan ini, kami punya anggaran pribadi juga sudah habis.

Sedangkan dari dinas perhubungan juga tidak mau cairkan anggaran sebelum opnam,
tetapi kami selaku pekerja  juga butuh anggaran untuk menyelesaikan  kegiatan ini sehingga kami bisa opnam untuk ajukan tagihan.”ucap Kamarudin.

Ia juga membantah bahwa ada informasi yang beredar di Distrik Kwor, bahwa  kami lari tinggalkan  pekerjaan, itu semua tidak benar, pada saat itu kami sudah berkordinasi dengan Pak Kepala Dinas Perhubungan kami ijin pulang ke Sorong kerena bulan puasa  menjelan hari raya Idul Fitri.

Bahkan semenjak kami berada di sorong barang barang kami semua di curi oleh karyawan di Kwor, gudang kami di bongkar, solar, Genset dan alat bor kami semua di curi oleh parah karyawan itu, untuk itu  kami rencana akan membawa masalah ini ke ranah hukum dan akan memenjarakan oknum karyawan yang melakukan pencurian di bese camp kami.”tegasnya

Harapannya, kalau bisa Pemerintah Kabupaten Tambrauw dalam hal ini Dinas Perhubungan segera mancairkan anggaran, agar kami bisa pakai untuk kelanjutan pekerjaan sehingga bisa melakukan opnam tahap pertama.

Bersama dengan waktu yang sama wartawan MetroRakyat.Com juga mengkonfirmasi  Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tambrauw, untuk memastikan status dari kelanjutan pembangunan proyek tambatan perahu di sungai Kwor.

Jawab Pak Kadis, melalui pesan  tertulis via WhatsApp, kinerja kontraktor tidak sesuai kontrak, langkah yang di ambil dinas perhubungan memblokir anggaran di bank hendak opnam pekerjaan kontraktor tersebut.

Opnam utama untuk mengetahui pekerjaan sudah berapa % di kerjakan libatkan orang, hak karyawan juga harus di perhitunkan, faktor nonteknis kendala di lapangan yang berhubungan dengan masyarakat.tutur  pak kadis

Dapat di ketahui proyek pembangunan tambatan perahu di Distrik Kwor Kabupaten Tambrauw,  Provinsi Papua Barat Daya tidak melalui mekanisme lelang, hanya penunjukan langsung dari dinas perhubungan kepada pihak kontraktor.

Ingga kegiatan ini terbengkalai, pihak dinas perhubungan paksakan untuk opnam pekerjaan dan salahkan pihak kontraktor yang kerjakan proyek tidak sesuai, sehingga terbengkalai kegiatan pembangunan tambatan perahu di Distrik Kabupaten Tambrauw.

Namun pihak kontraktor juga punya alasan yang mendasari, seharusnya dinas perhubungan sudah mencairkan anggaran Tahap pertama untuk proses pekerjaan ini, kenapa sudah pertengahan tahun ini anggaran tahap pertama belum juga dicairkan.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.