FKM UINSU Medan Launching Program TPS 3R Jadi UMKM Warga Desa Bagan Kuala Yang Menjanjikan
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU) Medan dalam Praktik Belajar Lapangan (PBL) tahun 2026, launching sekaligus penyerahan program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS 3R) untuk masyarakat Desa Bagan Kuala.
Program TPS 3R tersebut diserahkan kepada pemuda Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang berlangsung di kawasan Pantai Merdeka desa setempat, Kamis (30/7/2026).
Tampak hadir Camat Tanjung Beringin Ahmadi Darma, S.H, beserta staf, Kepala Puskesmas Tanjung Beringin drg. Sherlyta Mutia, Kepala Desa Bagan Kuala Safril, para mahasiswa PBL FKM UINSU Medan, pengurus Pokdarwis Pantai Merdeka dan perwakilan masyarakat Desa Bagan Kuala.
Kegiatan itu merupakan langkah nyata para mahasiswa FKM UINSU dalam pengolahan sampah dengan mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang yang bernilai ekonomis, sehingga dapat bermanfaat bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat yang menjanjikan.
Ketua Kelompok 3 PBL FKM UINSU Medan, Anissya Fahira saat diwawancarai media menyampaikan, sejak pelepasan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai pada tanggal 1 Juli 2026 menuju Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin langsung disambut dengan baik oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Ia mengatakan, kegiatan PBL FKM UINSU ini dalam pengabdian dan pelestarian lingkungan, agar tetap terjaga kebersihan dan kesehatan, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Bagan Kuala.
Selama di Desa Bagan Kuala berbagai kegiatan dilaksanakan, salah satunya penanaman mangrove sebanyak tiga kali, kemudian gotong royong membersihkan lingkungan dan senam bersama warga.
“Selain itu kami juga melaksanakan perlombaan sepak bola tingkat SD, SMP dan SMA. Tentunya kegiatan ini sangat didukung oleh Kepala Desa Bagan Kuala Bapak Safril,” terang Anissya.
Anissya juga menjelaskan, bahwa hari ini secara resmi dilaksanakan launching dan penyerahan program “TPS 3R Kampong kito” kepada masyarakat melalui Pokdarwis Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala.
Menurutnya, program ini memang diperuntukan untuk Desa Bagan Kuala sebagai tempat pengolahan sampah, yang nanti harapannya dapat berkelanjutan untuk mengatasi solusi permasalahan sampah baik organik maupun anorganik yang ada di Desa Bagan Kuala.
Jadi, dalam program TPS 3R ini terdapat berbagai macam kegiatan, seperti budidaya maggot, ikan lele, ayam petelur, dan tempat sampah permanen serta tungku pembakaran sampah.
Ia menyebutkan, untuk sampah-sampah berjenis organik sendiri nanti akan dikasi kepada maggot, dimana maggot tersebut nantinya dapat menjadi pakan ternak ayam petelur dan ikan lele.
Sedangkan untuk sampah-sampah anorganik yang ada akan diolah atau dilakukan pembakaran dalam tungku pembakaran sampah yang dapat digunakan sesuai peruntukannya.
“Kami berharap agar ke depannya setelah adanya TPS 3R ini, warga masyarakat dapat membuang sampah atau mengantarkan sampahnya langsung ke TPS kita, agar nantinya lingkungan di Desa Bagan Kuala tetap terjaga bersih,” harap Anissya.
Semua kegiatan yang dilakukan ini tambah Anissya, dengan tujuan berharap dapat meningkatkan UMKM masyarakat Desa Bagan Kuala, karena kegiatan ini melibatkan masyarakat secara langsung dalam tata pengelolaannya yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sementara itu Kepala Desa Bagan Kuala, Safril menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa FKM UINSU Medan dalam PBL di desanya.
Ia mengatakan bahwa hari ini Pemerintah Desa Bagan Kuala bersama PBL UINSU Medan melakukan penyerahan bibit budidaya ikan lele, ayam petelur dan maggot, serta sistem pembakaran dan pengolahan sampah (TPS 3R) kepada Pokdarwis Pantai Merdeka.
“Kegiatan TPS 3R ini di danai oleh PBL UINSU bersama pemuda Pokdarwis Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala,” kata Safril.
Menurut Safril, kegiatan ini sangat mendukung dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Bagan Kuala. Dengan adanya budidaya ternak ini, akan menciptakan kembali bagaimana UMKM masyarakat melalui kelompok ke depannya dapat memanfaatkan sampah-sampah yang ada.
Dengan begitu masyarakat dapat mengolah kembali sampah-sampah yang ada di sekitar lingkungan dan lokasi pantai menjadi cukup baik untuk pakan ternak yang dibudidayakan.
“Budidaya ternak ini adalah per kelompok, karena ini tidak melalui dana pemerintah. Jadi dengan kerja sama antara Pokdarwis Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala dan PBL UINSU, maka akan dilaksanakan oleh Pokdarwis,” sebut Safril.
Selaku kepala desa, Safril berharap dengan adanya tercipta kegiatan ini melalui kelompok, nanti kelompok dapat lebih giat lagi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, supaya bentuk budidaya ternak ini berjalan hingga berkembang, dan menjadi ikon Desa Bagan Kuala sebagai UMKM masyarakat.
Usai kegiatan, Camat Tanjung Beringin Ahmadi Darma mengapresiasi semua kegiatan yang dilakukan para mahasiswa FKM UINSU Medan di Desa Bagan Kuala.
Selain dapat bermanfaat untuk masyarakat, kegiatan ini juga menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, terutama pesisir Pantai Merdeka sebagai objek wisata dapat bebas dari sampah.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa bersama masyarakat peduli terhadap lingkungan ini sangat baik, sehingga terjaga kebersihan dan kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program TPS 3R menjadi salah satu UMKM,” ujar Ahmadi.
Program TPS 3R FKM UINSU dalam pengolahan sampah ini merupakan kegiatan yang sangat bagus, sebab dapat mengurangi volume sampah yang dibuang, menghemat sumber daya alam dan biaya, menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan bebas bau, serta menghasilkan nilai ekonomis.
Adapun manfaat dari hasil pengolahan sampah tersebut adalah menjadi maggot yang dapat digunakan sebagai pakan ikan dan ayam yang tinggi protein.
Selain itu sebagai pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia, serta abu pembakaran dapat digunakan sebagai bahan timbunan. Program ini sungguh bermanfaat yang dapat dijadikan sebagai UMKM guna meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. (MR/AS)
