OJK : Kinerja Reksa Dana Menurun, Namun Minat Masyarakat Beli Reksa Dana Tetap Tinggi

OJK : Kinerja Reksa Dana Menurun, Namun Minat Masyarakat Beli Reksa Dana Tetap Tinggi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan menilai bahwa kinerja Reksa Dana Oktober 2022 mengalami penurunan, namun pembelian Reksa Dana masih tetap tinggi. Hal dilihat dari pemaparan stabilitas sektor jasa keuangan dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK), pada Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bulanan Oktober 2022 seiring dengan pemaparan perkembangan Pasar Modal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menjelaskan atas kinerja reksa dana per 25 Oktober mengalami penurunan tercermin dari penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar 1,14 persen (mtd) di Rp 524,61 triliun dan tercatat net redemption sebesar 7,67 triliun (mtd).

Secara ytd, NAB menurun sebesar 9,31 persen dan masih tercatat net redemption sebesar Rp61,66 triliun.

“Akan tetapi dilihat minat masyarakat melakukan pembelian Reksa Dana masih tetap tinggi ditandai nilai subscription sebesar Rp777,86 triliun,” beber Mahendra secara virtual zoom, Sabtu (5/11/2022)

Lebih lanjut disampaikan, minat penghimpunan dana di pasar modal masih terjaga tinggi yakni sebesar Rp190,9 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 48 emiten. Di pipeline, masih terdapat 99 rencana Penawaran Umum dengan nilai sebesar Rp83,32 triliun dengan rencana Penawaran Umum oleh emiten baru sebanyak 61 perusahaan.

Konferensi pers yang dihadiri Inarno Djajadi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Mahendra menuturkan, di tengah pengetatan likuditas global, hingga 25 Oktober 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat 0,10 persen mtd ke level 7.048,38 dengan non-resident masih mencatatkan inflow sebesar Rp7,74 triliun mtd.

“Secara ytd, IHSG tercatat menguat sebesar 7,09 persen dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp77,22 triliun,” imbuhnya.

Dalam pasar SBN, non-resident telah mencatatkan outflow Rp16,04 triliun (mtd) sehingga mendorong rerata yield SBN naik sebesar 23,27 bps mtd di seluruh tenor. Secara ytd, rerata yield SBN telah meningkat sebesar 103 bps dengan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp177,13 triliun. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.