Gawat, Penggunaan Dana BOP di TK Pembina Langsa Barat Diduga Tidak Transparan

Gawat, Penggunaan Dana BOP di TK Pembina Langsa Barat Diduga Tidak Transparan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Penggunaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usian Dini (PAUD) diwajibkan dikelola secara transparan (terbuka).

Selain transparan, pengelolaan dan penggunaan dana BOP seyogianya melibatkan semua struktur sekolah, diantaranya guru, komite sekolah dan orang tua murid.

Tak hanya itu, masyarakat, LSM dan Media sebagai kontrol sosial juga mempunyai hak untuk mengawasi pengelolaan dan penggunaan anggaran dana BOP yang bersumber dari APBN/APBD tersebut.

Hal itu guna menghindari terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan penggunaan dana BOP yang notabene adalah uang negara.

Tetapi penggunaan dana BOP di Taman Kanak – Kanak (TK) Negeri Pembina Langsa Barat beralamat Jalan Jenderal Sudirman Gampong Matang Seulimeum Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, Provinsi Aceh, menjadi sorotan publik dan patut dipertanyakan.

Sebab, pengelolaan dan penggunaan dana BOP pada TK Pembina Langsa Barat, dinilai tidak transparan. Padahal Sekolah tersebut selalu mendapatkan bantuan kucuran dana secara rutin dari Pemerintah dan memiliki murid (siswa/siswi) berjumlah mencapai sekitar 137 orang. Besarnya dana yang diterima pada TK Pembina Langsa Barat satu tahun sebesar Rp 82.200.000 juta.

Terkait dana BOP, salah satu orang tua siswa yang tidak ingin namanya ditulis menjelaskan kalau dirinya tidak mengetahui akan hal itu. Dan tidak pernah diberitahukan oleh pihak sekolah TK kemana aja dana tersebut di kelola, kami selaku wali murid memasukkan anak ke sekolah TK Negeri ini semuanya bayar seperti SPP, uang majalah, untuk baju seragam, uang pengambilan Ijazah dan Wisuda semuanya bayar tidak ada yang gratis.

“Gak tau soal itu Pak” ucapnya polos.

Saat awak media, Sabtu (20/8/2022) melakukan konfirmasi kepada Saini S,Pd selaku Kepala Sekolah Taman Kanak – Kanak (TK) Negeri Pembina Langsa Barat didampingi Curah Mayandriani selaku bendahara dan Vita Riski sebagai Operasional PAUD (OP), mereka merasa tidak senang didatangi wartawan yang hendak melakukan konfirmasi terkait pengelolaan dana BOP dan dana lainnya yang tidak transparan itu.

Awak mediapun pada kesempatan tersebut, tidak memperoleh tanggapan yang mendetil, terkait dengan pengelolaan dana BOP maupun dana yang lainnya terdapat pada Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Langsa Barat, dikarenakan itu hak kami tidak memberi taukan kepada wartawan,” ucap Curah Mayandriani selaku bendahara yang banyak berbicara bersama Vita Riski sebagai OP ketimbang kepala sekolah yang banyak terdiam.

Sehingga, awak media (wartawan) menaruh curiga dan penasaran ada apa di balik ketidaktransparanan TK Negeri Pembina Langsa Barat itu, yang tidak bersedia mengungkapkan ke publik.

Oleh karena itu, sepatutnya pihak penegak hukum untuk segera memanggil sang kepsek, Bendara dan OP, guna mempertanggungjawabkan aliran dana BOP atau dana lainnya yang mencapai puluhan Juta itu.

“Penggunaan dana-dana tersebut harus dibeberkan mengalir kemana-mana saja,”

Begitu juga kepada DPRK Langsa Komisi I yang membidangi, Pemerintahan, Hukum, Keamanan dan Pendidikan, untuk secepatnya menyikapi persoalan dana BOP dan dana lainnya di TK Negeri Pembina Langsa Barat ini secara serius begitu pula pihak Dinas Pendidikan Kota Langsa.(MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.