Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun diminta Tertibkan Lori Pengangkut Tanah Urug, Cegah Terjadinya Lakalantas
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Pertambahan Penduduk di Kabupaten Karimun merupakan salah satu faktor penyebab berkembangnya usaha developer di Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Aktivitas penimbunan lahan perumahan terlihat sangat banyak dengan menggunakan lori sebagai transportasi pengangkutan tanah urug yang akan digunakan untuk penimbunan lahan.
Sebahagian sopir lori, dengan merasa tidak peduli dengan kenyamanan pengendara lain yang mengangkut tanah urug melintasi jalan umum tidak menggunakan terpal dengan sempurna untuk menutup tanah supaya terhindar dari debu dan jalan yang licin yang rentan mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalulintas bagi pengguna jalan.
Persis di sekitar trafight light depan RSUD Muhammad Sani, tampak adanya tanah berserak di badan jalan tikungan, yang rentan mengancam keselamatan pengguna sepeda motor untuk berkendara, dikarenakan badan jalan akan licin disaat hujan dan juga disaat kemarau.
Seorang Pengendara Sepeda Motor, berinisial (NN) yang laju dari arah SPBU Jalan Poros menuju Kapling, tampak hampir jatuh dikarenakan jalan licin disaat tikungan dikarenakan adanya tanah yang berserak dibadan jalan.
NN ketika ditemui awak media metrorakyat.com karimun, mengatakan “Sangat keterlaluan memang lori yang mengangkut tanah tanpa menutup dengan terpal. Selain debu tanah yang mengganggu kenyamanan terhadap pengendara yang berada dibelakang lori, pengguna jalan dengan sepeda motor juga sangat terancam dengan adanya tanah berserak dibadan jalan seperti di tikungan lampu trifight light RSUD M Sani. Itu rentan mengancam jiwa pengendara lho…..Saya minta Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun perlu menertibkan lori yang mengangkut tanah urug dengan menggunakan tenda untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap pengendara lain. Pungkasnya
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun Afrian ketika ingin dikonfirmasi diruang kerjanya, tidak membuahkan hasil, dikarenakan sedang ada rapat, dan ketika dihubungi via telepon genggamnya, tidak ada jawaban terkait pemberitaan ini. (MR/Lambot)



