Oknum Kepala Daerah,Sebut Jangan Begitulah Kalo Mau Cari Makan Buat Berita
METRORAKYAT.COM, TAPANULI SELATAN – Pemberitaan salah satu media korban banjir disias, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Selasa (21/12/2021).
Dengan adanya pemberitaan tersebut membuat oknum kepala daerah mengeluarkan perkataan yang menyinggung propesi wartawan.Saat itu sejumlah awak media (wartawan) istirahat, makan, minum disalah satu rumah makan usai peliputan banjir di kecamatan Angkola Sangkunur.
Oknum rombongan kepala daerah juga datang bersama rombongan istirahat ditempat yang sama.Dengan spontan oknum kepala daerah langsung menyapa oknum wartawan yang memberitakan bencana alam dengan judul berita ,Lima (5) hari terendam banjir warga raniate tapanuli selatan belum tersentuh bantuan pangan.
“Ini Wartawan yang buat berita warga belum tersentuh bantuan pemerintah. Dari mana anda tau warga sudah 5 hari tidak tersentuh pemerintah, jangan begitulah kalo mau cari makan buat berita ,”ungkap Oknum Kepala Daerah.
Sontak oknum wartawan terkejut mendengar perkataan oknum kepala daerah tersebut. Tidak mau disalahkan, oknum wartawan menjawab dengan santun.
“Pak Saya langsung ke TKP dan hal itu diungkapkan para korban banjir saat saya melakukan peliputan dilokasi dan saya punya narasumber yang bisa bapak tanyakan,”ungkap oknum wartawan.
Menanggapi hal tersebut wartawan metro-online.co Syahrul Tanjung mengatakan, sebagai seorang jurnalis Ia sangat menyayangkan sikap kepala daerah tersebut. Menurutnya seharusnya pemberitaan itu menjadi salahsatu informasi berharga bagi seorang kepala daerah, apalagi ini menyangkut bencana.
“Kepala daerahnya seharusnya bersyukur ada informasi kalau warganya sedang membutuhkan uluran tangan, seharusnya sebagai kepala daerah dia harus cepat respon mendengar ada berita seperti itu, lakukan cek n ricek benar ngak beritanya ?, bukannya melecehkan orang yang menyampaikan berita itu,” ucap Syahrul.
“Menurut saya kepala daerah itu harus baca dulu undang-undang nomor 40 tahun 1999 biar dia lebih tahu fungsi dan tugas seorang wartawan, ya salahsatunya itu menyampaikan informasi dari yang tidak diketahui menjadi diketahui,” tambahnya .
Tidak itu saja dikatakan Syahrul, sebagai seorang jurnalis Ia sangat menyesalkan dan merasa tersinggung perkataan kepala daerah tersebut yang mengatakan “jangan begitulah kalo mau cari makan buat berita,” perkataan kepala daerah itu menurutnya menggambarkan pribadi yang sombong, angkuh dan belum memiliki jiwa sebagai sorang pemimpin yang sebenarnya.
“Sebagai seorang jurnalis, saya menilai bahwa kepala daerah tersebut belum siap menjadi publikfigur atau seorang pemimpin karena dengan mendengar berita informasi tentang warganya yang belum mendapatkan bantuan dia sudah panik, seharusnya sebagai seorang kepala daerah dan pemimpin birokrasi, dia harus peka dan langsung respon dengan pemberitaan seperti itu serta kedepannya bisa lebih menghargai lagi karya seorang junalis,” pungkasnya.(MR/FS)
