Miris, SMKN 5 Langsa Rusak Parah, Dinas Pendidikan Aceh Sudah Turun Melihat Belum Ada Perbaikan
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Sungguh miris melihat kondisi Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Langsa, yang berada di jalan Medan – Banda Aceh Gampong Batee Puteh, Kecamatan. Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Sebelas ruang kelas tersebut banyak yang rusak parah dan bisa mengancam jiwa peserta didik.
Ketika disambangi oleh, Metrorakyat.com kondisi ruang kelas sebelas ruang kelas nampak rusak parah, atap plafon sudah banyak yang jatuh, atap seng banyak yang sudah berlubang, belum lagi dengan dinding ruangan kelas sudah banyak yang retak dan lantai teras sudah pecah.
Tak hanya itu, kondisi ruangan kelas juga sangat tidak layak untuk proses belajar mengajar siswa. Banyak meja dan kursi yang sudah rusak dimakan rayap, bahkan ada yang sudah patah tapi masih tetap digunakan.
Irman, wali murid warga sekitar menuturkan bahwa kondisi sekolah yang rusak sudah berlangsung lama. Menurutnya, ruang belajar siswa belum pernah direhab sama sekali, sementara kondisi rusak parah.
Kondisi sekolah tersebut, juga diduga kurang diperhatikan oleh Dinas Pendidikan Aceh secara serius, hal itu terlihat adanya kesan tutup mata maka akibatnya bisa mengancam keselamatan proses belajar mengajar antara siswa dan guru saat kembali melakukan kegiatan belajar mengajar di gedung sekolah itu.
Pantauan MetroRakyat.Com sebelas ruang kelas rusak parah, plafonnya sudah banyak yang bolong dan keropos di makan rayap bahkan sebagiannya sudah roboh begitu juga pintu, kosen nya sudah rusak.
“Sekolah SMK Negeri 5 Langsa yang dibangun semenjak tahun 2009 silam, kondisinya memang sudah rusak sampai sekarang sudah rusak parah belum ada perbaikan dari Dinas Pendidikan Aceh,” ungkap wali murid.
Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Langsa Roro Sri Hariyani, S.Pd, M.Si kepada MetroRakyatNews.Com pada, Sabtu (27/11/2021), menuturkan bahwa kondisi ruang belajar sudah rusak parah terdapat sebelas ruang belajar dari keseluruhan tiga belas ruangan, sisanya dua ruangan yang layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
Ia menambahkan dengan kondisi sebelas ruangan yang rusak membuat proses belajar mengajar di sekolah tidak nyaman, oleh karena itu siswa terpaksa harus belajar di ruang laboratorium.
” Jika di paksakan belajar di ruangan yang kondisinya sudah rusak dengan plafonnya sudah keropos dimakan rayap dikuatirkan tanpa disadari roboh nantinya akan menimpa siswa, oleh karena itu siswa harus di ungsikan belajar di ruang LAB,” ujar Kepsek lagi.
Kepsek menambahkan, kondisi sekolah yang rusak parah seperti ini, dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Aceh sudah pernah turun beberapa kali hanya melihat-lihat saja, foto-foto namun sampai saat ini belum pernah di perbaiki.
Roro Sri Hariyani, S.Pd, M.Si selaku Kepsek SMK Negeri 5 Langsa meminta kepada Pemerintah Provinsi Aceh terutama Dinas Pendidikan Aceh segera melakukan perbaikan terhadap sekolah tersebut, sebab jika dibiarkan proses pembelajaran nantinya akan terganggu.
Di tempat terpisah, terkait dengan kondisi Bangunan sekolah SMK Negeri 5 Langsa yang sudah rusak parah tersebut, wartawan mencoba mengkonfirmasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kota Langsa, Supriariadi, S.Pd melalui handphone WhatsApp bernada dering namun yang bersangkutan menolak panggilan.(MR/FAHRID)
