oleh

Terkait Protes Warga Atas Adanya Pungutan Dana Modus Perawatan Jalan Pemda, Kepala Desa Sennah Akan Menanyakan Kepala Dusun

METRORAKYAT.COM, LABUHANBATU – Warga pemilik lahan kelapa sawit dan sejumlah pengusaha agen buah kelapa sawit (Toke) yang kerap melintasi jalan Pemda (Pemerintah Daerah) yang berada di Dusun Kp.Setia, Desa Sennah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, banyak memprotes terkait pungutan dana yang dilakukan kepala dusun dengan modus perawatan jalan.

Menurut warga Jalan, kepala Dusun Kp.Setia sudah memasang palang portal jalan dijalan Pemda tersebut yang bertujuan agar warga pemilik lahan dan pengusaha agen buah kepala sawit (toke) yang melintas dijalan Pemda tersebut membayar Distribusi yang diduga adalah sebagai modus untuk perawatan jalan lintas sesuai dengan aturan yang dibuat kepala dusun tersebut.

“Tanpa ada musyawarah bersama, kami pemilik lahan dari luar dusun Kp.Setia dan para pengusaha agen buah sawit, kepala Dusun Kp.Setia menentukan tarif  untuk sekali melintas dijalan Pemda tersebut yang menggunakan mobil yang membawa hasil kebun harus membayar, kalau tidak dibayar tidak diperbolehkan lewat,”sebut Hotman,(35) yang merupakan salah satu warga yang protes kepada awak media, Rabu,(13/10/2021).

Sambungnya lagi, adapun tarif yang dikenakan kepada para pengendara yang melintasi Jalan Pemda tertulis untuk Roda 4 (empat) Rp 10.000,-/1 kali melintas dan Roda 6 (enam) Rp.20.000,-/ 1 kali melintas.

“Jalan Pemda tersebut dibuat dan diperbaiki dengan dana APBD berarti milik semua orang dan siapa saja boleh melintasinys, kecuali, jika biaya perbaikan jalan bersumber dari swadaya masyarakat, silakan saja mereka memasang portal atau pagar untuk menjaga keawetan,” ungkap warga tersebut kesal.

PJ Kepala Desa Sennah, Amin Awaluddin,SE dan Kepala Dusun Kp.Setia saat dikonfirmasi terkait adanya protes dari warga tentang kutipan tersebut dengan modus dana perawatan jalan Pemda mengatakan, akan mempertimbangkan kembali keberatan warga tersebut. ” Terima kasih banyak pak atas saran dan masukanya,”ujarnya Rabu,(13/10/2021).

Sambung nya lagi, sebelumnya akan di tanyakan terlebih dahulu kepada Kepala Dusun apakah sudah di musyawarahkan oleh masyarakat dan toke atau agen sawit.(MR/HPS)

Breaking News