oleh

Pada Pelaksanaan Sosperda No.6 Tahun 2015, Edward Hutabarat Ingatkan Masyarakat Untuk Tetap Menjaga Kebersihan dan Ada Sanksi Bagi Masyarakat Yang Melanggar Perda

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Drs.Edward Hutabarat menegaskan agar masyarakat mendukung program Pemerintah Kota Medan untuk menjadi kota yang bersih sehingga kedepan akan berkesempatan mendapatkan penghargaan Adipura dari pemerintah Indonesia.

Dikatakan Politisi dari Partai PDI Perjuangan kota Medan ini lagi, pentingnya Perda No.6 Tahun 2015 ini karena di dalamnya ada mengatur sanksi tegas terhadap pihak yang melanggar aturan baik individu maupun Badan Usaha.
“Apalagi di Kota Medan ini masih banyak ditemukan permasalahan sampah di Kota Medan, termasuk juga kurangnya tempat pembuangan sampah sementara di kelurahan yang belum tersedia tempat pembuangan sampah, sampai kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai,” ujar Edward Hutabarat saat pelaksanaan Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2016 yang dilaksanakan di Jalan Jangka Kelurahan Sei Putih Barat Kecamatan Medan Petisah, Senin (11/10).
Dimana, pelaksanaan Sosperda tersebut dilaksanakan oleh Edward Hutabarat sebanyak dua sesi, yakni sesi pertama dilaksanakan pada pukul 13.00 – 14.30 WIB dan sesi kedua dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB – sampai selesai.
Menurut Edward Hutabarat lagi, wajah kota Medan ini dapat dilihat dari kebersihan kota itu sendiri. Jangan membuang sampah secara sembarangan. Bagi perorangan jika diketahui membuang sampah sembarangan dikenai hukuman 3 bulan dan denda Rp 10 juta. Sementara untuk badan usaha, jika diketahui membuang sampah sembarangan dikenakan denda Rp 50 juta dan tahanan 6 bulan.

“Jadi ikuti lah aturan-aturan yang ada sehingga Kota Medan ini menjadi bersih, dapat penghargaan Adipura dan rakyatnya sejahtera,” ucapnya.

Legislator dari Dapil 1 Kota Medan ini pun meminta kepala Lingkungan agar terus melakukan sosialisasi tentang sanksi yang ada pada Perda No.5 Tahun 2016 tersebut. Diakui Edward lagi, meski sampai saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dimiliki Kota Medan belum refresentatif baik dari luas lahan, namun, dijelaskan lagi, Pemko Medan sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Deli Serdang untuk membeli tanah dijadikan TPA. “Semoga ini segera terlaksana agar permasalahan sampah di Kota Medan dapat diatasi,” katanya.

Apalagi, lanjutnya penanganan sampah sudah dilimpahkan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemko Medan ke Kecamatan, Lurah dan Kepala Lingkungan. Diharapkan, pengalihan wewenang tanggungjawab untuk kolaborasi semua pihak akan menjamin kebersihan serta perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Wajib Retribusi Sampah (WRS) dapat maksimal.

“Pelimpahan tanggungjawab masalah sampah kepada Camat, Lurah dan Kepling sangat bagus. Kolaborasi semua pihak tangani sampah menuju Medan bersih akan cepat terwujud. Jadi seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan bertanggung-jawab terhadap kebersihan di wilayah masing-masing,”harap Edward Hutabarat.

Disela-sela pelaksanaan Sosperda yang dilaksanakan, Edward Hutabarat juga mengingatkan kepada warga masyarakat agar tidak lengah dan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) yakni Mencuci Tangan dengan air bersih, memakai masker dan menjaga jarak.
“Meski saat ini Kota Medan sedang turun levelnya, namun kita mesti tetap waspada dan selalu ikuti protokol kesehatan agar wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir dan habis total. Salah satunya yaitu menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal dan tidak membuang sampah sembarangan,”seru nya.
Pada Perda No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan tersebut  terdiri atas XVII Bab dan 37 Pasal.
Diakhir kegiatan pelaksanaan Sosperda dari wakil rakyat dari Dapil 1 meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Petisah, Medan Barat dan Medan Baru membagikan sovenir dan berfoto bersama kepada seluruh tamu undangan yang mengikuti pelaksanaan Sosperda tersebut.(MR/wan)

Breaking News