Astaga! Proyek Pembekoan Lahan Di Desa Sennah Diduga Warga Proyek Siluman

Astaga! Proyek Pembekoan Lahan Di Desa Sennah Diduga Warga Proyek Siluman
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LABUHANBATU –  Terkait beredarnya cerita dikalangan masyarakat disetiap Dusun tentang adanya proyek pembekoan lahan atau pembuatan lahan perkebunan kelapa sawit yang dikerjakan dengan alat berat jenis excavator atau yang sering disebut orang kampung Beko yang berada di Dusun Sona Seberang, Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, warga menduga proyek pembekoan lahan di Desa Sennah adalah proyek siluman, Rabu, (27/10/2021).

Pasalnya, dari informasi yang dihimpun Metrorakyat.com, pihak pelaksana proyek tersebut BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan proyek tersebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir dengan mengabaikan amanah Undang – Undang Keterbukaan Informasi Publik,(KIP) nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan nomor 70 Tahun 2012 yang dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan proyek dengan memuat jenis kegiatan,lokasi,nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaaan.

Namum menurut cerita warga yang beredar di Desa Sennah menyebutkan, pembekoan lahan tersebut merupakan proyek milik desa dan lahan yang di beko akan diperuntukan bagi warga Desa Sennah.

“Memang benar ceritanya itu, pembekoan lahan merupakan proyek desa, kata Pak BPD Napitupulu, tapi kami warga juga bingung Anggara Dana dari mana untuk menyewa Beko, membeli minyak Beko dan mengaji operator Beko, apakah pakai uang pribadinya ketua BPD atau pakai uang BUMDes,”sebut salah satu warga yang meminta namanya tidak dituliskan, Rabu (27/10/2021).

Lanjut warga tersebut lagi, karena katanya ketua BPD Pak Napitupulu, kalau sudah selesai nanti pembekoan, lahan itu akan dibagi -bagi sama warga dengan cara diperjual belikan kepada siapa warga yang sanggup membelinya dan kami warga juga heran uang hasil lahan tersebut nanti kemana apakah dibagi-bagi juga bersama BPD.

Saat di Konfirmasi pemerintah Desa terkait proyek tersebut melalui Pelaksana Jabatan,(PJ) kepala Desa Sennah, Amin Awaluddin,SE, menyebutkan beluk mengetahui. “Itu saya tidak tahu dan itu pun bukan proyek Desa,”katanya Rabu,(27/10/2021).

Sambutnya lagi, agar awak media melakukan konfirmasi langsung teekait asal dana proyek tersebut kepada ketua BPD, LKMD dan mantan kades lama.

Sementara, ketika dikonfirmasi, Ketua BPD Desa Sennah, H.Napitupulu melalui Handphone seluler pribadinya, membenarkan proyek pembekoan lahan tersebut adalah milik Desa.

“Benar Lae, itu nanti akan dijual kepada warga yang tidak memiliki lahan perkebunan dan uangnya akan dimasukan kepada Kas Desa,”sebutnya.

Namun saat awak media melakukan  konfirmasi kepada ketua BPD tentang Anggaran Dana untuk proyek tersebut belum memberi jawaban. (MR/Haposan Sinaga)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.