Berikan Bantuan Kepada Korban Bencana Alam Simangumban Erikson Sianipar Tekankan Penguatan Program Mitigasi Bencana 

Berikan Bantuan Kepada Korban Bencana Alam Simangumban Erikson Sianipar Tekankan Penguatan Program Mitigasi Bencana 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Ketua DPC Partai Gerindra Tapanuli Utara Erikson Sianipar berharap adanya peran seluruh pihak dan element untuk bersama meminimalkan masalah ekosistem lingkungan. Kekhawatiran masyarakat ditengah curah hujan yang cukup tinggi dapat mengakibatkan bencana banjir dan longsor.

Hal itu disampaikan Erikson Sianipar, kepada awak media usai menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana alam di Kecamatan Simangumban, Selasa (29/4/2026).

Penyaluran bantuan yang dikoordinir Ketua DPC Partai Gerindra Taput Erikson Sianipar, bersama pengurus dan relawan yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.

Erikson menyebut bantuan yang diberikan sebagai respons cepat atas bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, Erikson Sianipar menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi harusnya tidak hanya berhenti pada penanganan dampak, melainkan juga menyangkut penyelesaian akan akar masalah dalam pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, bencana yang terjadi merupakan bagian dari konsekuensi ketidakseimbangan ekosistem yang selama ini belum ditangani secara menyeluruh. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pengendalian ekosistem di Tapanuli Utara.

“Penanganan tidak bisa parsial dan cenderung korektif. Harus ada kebijakan yang holistik agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Erikson disela kegiatan.

Erikson menekankan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan penebangan liar, penggunaan air sesuai peruntukan, serta meminimalkan penggunaan limbah kimia.

Di sisi kebijakan, Erikson mendorong tata kelola lingkungan yang lebih efektif melalui pendekatan keberlanjutan terintegrasi yang disertai langkah-langkah pencegahan.

Ia juga menilai perlunya audit lingkungan hidup di Tapanuli Utara oleh lembaga independen sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi bencana secara dini dinilai perlu diterapkan secara terintegrasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

“Melalui langkah tersebut, penanganan bencana diharapkan tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga pada upaya jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi masyarakat dari risiko bencana di masa mendatang,” pungkasnya.(MR/ Andoky F.W.Manalu)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan