Terima Hasil Jual Sabu, Kanit Reskrim Hamparan Perak Tak Jadi Tersangka

SHARE
65 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Oknum Panit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Jenry Heriono dan Kiki Kusworo alias Kibo menjalani sidang perdana kasus kepemilikan dan peredaran sabu dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Penuntut Fransisca Panggabean yang dilanjutkan dengan keterangan saksi.

Saat mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim sempat menanyakan kepada penuntut umum Fransiska Panggabean kenapa Kanit Polsek Hamparanperak, Bonar Pohan tidak ditahan?. 

Menjawab itu, Fransiska menjawab ringan bahwa SPDP nya belum dikirim penyidik Poldasu

Hal ini berdasarkan keterangan kedua saksi Hendrik dan Jery Sitorus dari pihak Ditresnarkoba Poldasu memaparkan terungkapnya berawal dari penangkapan Kiki Kusworo alias Kibo.

Saat dilakukan penangkapan, Kiki mengaku bahwa total barang ada 1 ons sabu dan sebagai upah untuk menjualkan sabu seberat 68 gram seharga Rp40 Juta dengan menerima imbalan Rp2 juta.

Dari sinilah diketahui, bahwa barang yang diperoleh Kibo dari Jenry. Kemudian petugas Poldasu melakukan pengembangan kemudian mengamankan Jenry. 

Dari keterangan Jenry hasil penjualan senilai Rp40 Juta, disetorkan kepada Bonar Pohan selaku Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak.

Meski dalam kasus ini, kedua saksi mengaku bahwa Bonar sempat diperiksa akan tetapi tidak tahu selanjutnya kenapa tidak ditersangkakan.

Sementara itu dalam persidangan, tampak yang membacakan dakwaan Chandra Priono Naibaho.

Begitu juga selama persidangan dilakukan dengan Vidio Call Whatsapp, padahal diruang Cakra 2 sudah ada TV atau layar monitor online.

Saat diwawancarai, Fransiska mengelak tentang keberadaan Bonar Pohan, bahkan menghindari saat diwawancarai.

Teks Photo, suasana persidangan diruang Cakra 2 PN Medan.(mr/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif