Tentang Pohon Sebagai Hutan Kota, Jangan Ditebang, Ini Kata Antonius Tumanggor
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Penebangan sebanyak 19 pohon yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan di Jalan Cut Mutia Kelurahan Madrash Hulu Kecamatan Medan Polonia dengan alasan pemeliharaan sangat disayangkan oleh Komisi IV DPRD Kota Medan, Senin (6/7/2020) kemarin. Apalagi diketahui pohon-pohon tersebut ditebang habis dan nyaris rata dengan trotoar Jalan. Anehnya penebangan tersebut hanya dilakukan hanya pada pohon-pohon yang tumbuh tepat disepanjang restaurant Mutia Restauran.
Menanggapi itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Antonius D Tumanggor, S.Sos, mengatakan bahwa pohon sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. “Menurut ajaran Katolik, tentu saja pohon bermanfaat bagi kehidupan manusia untuk mengubah Co2 menjadi o2, menyimpan air tanah, menjaga tanah tidak erosi, menghasilkan kesejukan, kayunya dapat digunakan untuk banyak hal yang perlu dalam kehidupan manusia. Daun nya menghasilkan kesuburan karena menjadi kompos dan banyak lagi,” ujar anggota DPRD Medan dari Partai NasDem Kota Medan ini. Selasa (7/7/2020).
Pohon sambung Antonius, seharusnya ditanami lagi bukan malah ditebangi. Hanya saja terkadang demi ke asrian dan keselamatan manusia, pohon perlu ditebang atau dibuang sebagian rantingnya tanpa harus menebangnya. “Katolik sangat mendukung kebaikan ekologi, atau keharmonisan alam ciptaan,”katanya.
Dikatakan Antonius Tumanggor, dalam ensiklik Laudato Si, Paus Fransiskus sangat menekankan pentingnya manusia menjaga ekologi. Paus bahkan menekankan tugas Gereja untuk memelihara ekologi. Dan salah satu isu terkait dengan itu adalah melarang penebangan pohon-pohon yang justru sangat penting bagi keseimbangan alam dan iklim dan menghindari pemanasan global.
” Oleh karena itu, kita diharapkan bukan menebang tapi malah menanam pohon sebanyak-banyaknya. Jika ada yang perlu di tebang, tentu itu boleh demi terhindarnya rumah terkena timpa pohon, dan sebagainya. Namun sebelum sampai kesana perlu dilihat dengan baik, barangkali masalah itu bisa diatasi hanya dengan membuang sebagian cabangnya,” tutup Antonius D Tumanggor yang juga beragama Katolik.(MR/RED)


