DPRD Samosir, Tampung Aspirasi Siswa yang Tidak Diterima di SMP 2 Ronggurnihuta

DPRD Samosir, Tampung Aspirasi Siswa yang Tidak Diterima di SMP 2 Ronggurnihuta
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – DPRD Samosir lintas Komisi I bersama dinas pendidikan (Disdik) menerima keluhan orang tua siswa.
Ketua Komisi I Saur Tua Silalahi menerima kunjungan puluhan orangtua calon siswa SMPN 2 Ronggur Nihuta Samosir yang mendatangi Kantor Disdik, Senin (7/7/2020).

Kedatangan orangtua calon didik tersebut untuk menyampaikan aspirasi karena anak mereka tidak diterima saat mendaftar ke SMP Negeri 2 itu.

Kedatangan orangtua calon didik itu disambut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Rikardo Hutajulu lewat Kepala Bidang (Kabid) Paud, Marannis Sihombing hadir Ketua Komisi I, pertemuan di aula disdik itu juga.

Mewakili orangtua siswa, Esman Simbolon mengaku anaknya ditolak masuk ke SMP Negeri 2 Ronggur Nihuta yang beralamat di Desa Salaon Tonga-tonga karena pihak sekolah beralasan bahwa kapasitas ruangan sudah penuh sehingga tidak mampu lagi menampung siswa.

Menurut mereka, jika tidak diterima di sekolah tersebut, akan terlalu membebani orang tua karena harus menyekolahkan anaknya ke SMP di Kota Pangururan, yang jaraknya jauh dari tempat tinggal mereka.

Untuk itu, para orang tua meminta Disdik agar mencari solusi, sehingga puluhan siswa yang ditolak bisa diterima.

Lanjut Simbolon, anak-!anak tidak diterima di SMPN 2 Ronggur Nihuta.

Ditambahkan Ketua Komisi I DPRD Samosir yang membidangi pendidikan, meminta Disdik kiranya mencari solusi yang terbaik. Maunya disdik transparan bagaimana supaya program belajar 12 tahun terpenuhi.

“Calon didik berharap diterima dengan melakukan penambahan ruang kelas atau memperlakukan dua shift belajar. Tidak boleh ada anak didik yang putus sekolah hanya karena kuota penerimaan terbatas sementara jarak tempuh ke sekolah lainnya, cukup jauh. Dan belum tentu juga bisa diterima disana,” tutur Saurtua Silalahi.

Kadisdik Kepala melalui Kabid Paud Dikdas menjelaskan bahwa kuota penerimaan siswa/i baru di SMP N 2 Ronggur Nihuta sebanyak 64 orang.

Sementara yang mendaftar 87 orang. Sehingga ada 23 calon siswa yang tidak bisa diterima.

“Saat ini, sekolah hanya memiliki dua kelas untuk siswa baru. Dengan jumlah siswa per kelas yang bisa ditampung sebanyak 32 orang,” ungkapnya.
Diakhir rapat tersebut disepakati bersama untuk menerima ke 23 calon siswa tersebut dengan melakukan dua shift proses belajar mengajar, katanya mengakhiri. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.