Forkab Minta Pemerintah Aceh Beri Perhatian Khusus Bagi Ibu Hayati, Korban Konflik

Forkab Minta Pemerintah Aceh Beri Perhatian Khusus Bagi Ibu Hayati, Korban Konflik
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SUBULUSSALAM – Kordinator Wilayah (korwil) III, Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) M Ali Hasbullah, desak Pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian khusus bagi Hayati, Korban Konflik Aceh yang kini berdomisili dirumah kontrakan di Kampong Subulussalam Selatan. Rabu, (10/06/2020).

“Tangisan ibu Hayati yang tak tersentuh bantuan pemerintah, membuat hati kami miris mendengar berita itu,”kata Dedek sapaan akrap Hasbullah, Kepada wartawan

Diakuinya, Pemerintah Aceh dan pusat telah gencar memberikan bantuan kepada korban konflik Aceh, Namun pertanyaan baginya mengapa hari ini ada jeritan ibu Hayati, lantaran tidak menerima BLT DD pasca dampak Covid-19.

“Dalam hal ini kita mendesak Pemerintahan Aceh agar memberikan perhatian khusus serta memprioritaskan bantuan Rumah Layak Huni bagi Hayati,”tegasnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forkab Subulussalam, Sabarani Berutu, apresiasi Kadis DPMK Subulussalam yang cekatan untuk kunjungi rumah kontrakan Hayati di Kampong Subulussalam Selatan.

“Kita apresiasilah buat Kadis DPMK Subulussalam, ditengah gejolak pandemi ini Pemerintah pusat telah instruksikan pemerintah daerah untuk peka dalam pendataan serta penyaluran bantuan pasca Corona Virus,” imbuhnya melalui siran persnya.

Menurut dia, berawal dari informasi akun facebook lalu meninjau langsung kesasaran untuk mendengar langsung keluhan warga adalah prinsip yang langka untuk ditemukan.

“Hanya melalui komentar warga di medsos yaitu akun facebook, DPMK langsung tanggap dan langsung turun lapangan melihat dan mendengar keluhan masyarakat, ini yang kita apresiasi,”kata Sabar.

Ia berharap di Kota Subulussalam tidak ada lagi tangisan seperti yang di alami ibu Hayati Rangkuti, yang jauh dari rasa keadilan. (MR/Jar)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.