oleh

Bupati Samosir Minta Desa Segera Data Calon Penerima BST Tahap ke Dua

SHARE
477 views

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir akan mendata penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk tahap ke dua bagi yang belum menerima. Setiap aparat desa diminta mendata warganya secara benar dan jujur bagi yang belim menerima BLT, tegas Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM, kepada metrorakyat.com, lewat WhatssAp, Minggu (10/5/2020).

Para calon penerima bantuan sosial tunai untuk diverifikasi yang sumber pendanaannya dari dana desa dan APBD.

“Setelah selesai pendataan BST untuk tahap pertama dari Kemensos, jumlahnya 18.018 kk (DTKS dan Non DTKS), selanjutnya Pemkab Samosir bersama Pemerintah Desa (Pemdes) se-Samosir akan memverifikasi tahap kedua bagi calon penerima bantuan untuk tahap kedua,” seru Bupati.

Oleh karena itu, tambah Rapidin Simbolon, bagi desa yang sudah selesai merealisasikan pembagian tahap pertama supaya segera mengumumkan secara terbuka daftar penerima pembagian BST tahap pertama.

Kemudian segera mendata kembali warga desa yang layak dan belum mendapatkan bantuan tahap pertama, agar diprogramkan kembali memberikan BST pada tahap kedua, dengan sumber dana APBD dan Dana Desa.

Adapun syarat penerima, jelasnya, agar dipastikan dan dimohonkan bahwa PNS dan suami/istrinya, perangkat desa dan suami/istrinya maupun kepala desa dan suami/istrinya tidak bisa mendapatkan BST.

“Tidak boleh mendapatkan BST bagi yang sudah mendapat bantuan pada tahap pertama dan juga yang sudah mendapatkan bantuan rutin, seperti peserta PKH dan Pro sembako,” tutur Rapidin.
Dijelaskan, yang berhak menerima BST ini adalah keluarga yang penghasilannya sangat sangat menurun karena pengaruh Covid-19.

“Juga mereka yang berhak menerima adalah penduduk yang sangat miskin dan miskin di desa tersebut, sesuai dengan penilaian dan pengamatan secara real dalam kehidupan sehari-hari,” tutur dia.

Adapun besaran uang yang akan diterima masyarakat sama dengan nominal yang dari Kemensos yakni Rp 600.000 per bulan (kepala keluarga) selama tiga bulan (April-Mei), tutup Rapidin. (MR/ JB Rumapea)

Breaking News