Matanya di Pukul Hingga Buta Oleh Debct Kolektor, 2 Tahun Baru Tersangka Ditangkap

Matanya di Pukul Hingga Buta Oleh Debct Kolektor, 2 Tahun Baru Tersangka Ditangkap
SHARE

METRORAKYAT.COM, MEDAN AREA – Tim Reskrim Polsek Medan Area mengungkap kasus penganiayaan dengan modus sebagai debt collector yang terjadi pada 13 Februari 2018 silam. 
Dalam pengungkapan itu, petugas menangkap seorang tersangka berinisial TH (48) warga Jalan Rupat, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur.
Kejadian dan penangkapan ini pun dibenarkan Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago, Jumat (14/2/2020). 

Menurut Kapolsek, tersangka TH ditangkap berdasarkan laporan pengaduan dari korbannya bernama Kiki (40) warga Jalan Medan Area Selatan Kecamatan Medan Area.

“Dalam laporannya, korban dianiaya oleh sekelompok orang yang merupakan debt kolektor dan hendak mengambil mobil yang dikendarainya secara paksa”kata Kompol Faidir Chaniago.

Lanjutnya lagi, Setelah diamankan Polisi dan  diperiksa oleh penyidik, tersangka TH mengaku menganiaya korban dengan tangannya dan mengenai mata kanan korban hingga  berdarah,”ucap Faidir lagi.
Sementara itu, korban Kiki mengapresiasi kinerja Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago, yang telah menangkap pelaku penganiayaan terhadap dirinya itu.

“Sudah dua tahun laporan pengaduan saya ditangani oleh penyidik namun baru sekarang ini pelakunya ditangkap,”aku korban.

Kiki menjelaskan, awalnya bersama keluarga mengendarai mobil dan hendak pulang ke rumahnya. Saat melintas di Jalan Amaliun, tiba-tiba korban dicegat oleh 10 pria yang mengendarai mobil dan 3 sepeda motor.
Para pelaku langsung memukuli mobil yang dikendarainya dan memaksa untuk keluar dari dalam mobil. 
“Namun, aku bersama istri dan anak tetap bertahan sehingga dianiaya oleh para pelaku mengakibatkan kondisi mata luka parah berdarah dan cacat permanen,” ujarnya. 
Kiki menambahkan sembari mengakui tidak mengetahui jika mobil milik abang sepupu istrinya yang dikendarainya itu masih berstatus kredit.
“Kami tidak mengetahui kalau mobil tersebut masih dalam status kredit karena waktu ditanya soal buku hitamnya (BPKB), abang sepupu selalu berjanji akan memberikannya,”beber Kiki. ( MR/Suriyanto/Red )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif