410 Warga Binaan Rutan Kls IIB Kabanjahe Nyaris Terpanggang

410 Warga Binaan Rutan Kls IIB Kabanjahe Nyaris Terpanggang
SHARE

METRORAKYAT.COM, KABANJAHE– Aktifitas warga Binaan Rutan Kls IIB Kabanjahe, yang awalnya tertib dan langgeng jelang makan siang sekiran pukul 11.30 WIB, sontak berubah mencekam sebab ratusan warga penghuni lapas terkepung asap dari api yang berkobar dari beberapa titik didalam Rutan tersebut.Rabu (12/02/2020)

410 warga binanaan dalam peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa, berkat kesigapan dari Batalyon Infantri Simbisa 125/TK yang mengerakan hampir 200 personil, Kodim 0205 TK, jajaran Polres Tanah Karo, Satpol PP, serta kesigapan Tim Damkar Pemadam Kebakaran Tanah Karo.

Dilokasi kejadian, dari pantauan awak media situasi sangat mencekam, kobaran api yang besar dan batu-batu dilempari dari dalam lapas, sempat melukai beberapa petugas yang berusaha mengevakuasi dilokasi.

Sempat terjadi insiden perlawan dari warga Binaan Kls IIB Kabanjahe ditengah -tengah kobaran Api, berupa lemparan batu tersebut belum diketahui penyebabnya hal tersebut.

Akar permasalahan yang berujung terjadinya kebakaran yang menghabiskan seluruh bagunan Rutan Kls IIB Kabanjahe tersebut, Diduga berawal dari adanya pertikaian antara warga Binaan, yang memicu terjadinya kebakaran tersebut.

Terlihat M. Jahari Sitepu SH., MSI kepala Divisi Permasyarakaratan Wilayah Sumatera Utara, langsung terjun dilokasi sekiran pukul 14.34 WIB, disela-sela evakuasi warga Binaan Rutan Kls IIB Kabanjahe, mengatakaan kepada sejumlah wartawan saat ini masih fokus dengan tahap evakuasi.

Hingga berita ini dinaikan, Karutan Kls IIB belum memberikan tanggapan terkait kejadian, terlihat dilokasi petugas dari Polres Tanah Karo, TNI dan Sipir Rutan Kabanjahe masih mengevakuasi Warga Binaan Rutan KlS IIB ketempat yang aman.

Pegawai Ini Lolos Dari Amukan Warga Binaan Yang Membakar Rutan Kelas IIB Kabanjahe

Ribuan warga sesaki badan jalan disepanjang jalan Veteran hingga ke Jalan Bhayangkara untuk melihat dengan dekat kebakaran Gedung /Kantor dan Rutan (rumah tahanan) Kelas IIB Kabanjahe Kabupaten Karo yang dilalap Api sekira pukul 12.00 WIB, Rabu (12/2//2020) yang lokasinya tidak jauh dari Tugu Bambu Runcing Kota Kabanjahe yang menghaguskan seluruh Sel (kamar tahanan).

Pantauan di lokasi Api tampak masih berkobar hingga hampir menjalar ke rumah Dinas Polres Tanah Karo dan ke Masjid di sebelah Gedung Rutan tersebut,dan saat Api makin membesar Napi belum semua dapat dievakuasi keluar akibat situasi kondisi yang memanas, dimana tampak bebatuan melayang dari dalam ke Rutan hingga akhirnya personil Batalyon 125 Simbisa dan personil Polres Tanah datang untuk membantu mengevakuasi.

Beberapa waktu kemudian semua unit Mobil Damkar milik Pemkab Karo diturunkan dan datang silih berganti untuk memadamkan Api. Mengingat akses ke Rutan sempit akibat mobil warga yang terparkir di kiri kanan badan jalan membuat sedikit lamban petugas Damkar untuk masuk. Hingga pukul 15.30 WIB petugas Damkar masih menyiram sumber Api.

Kini Para Napi yang berjumlah 400 orang lebih secara estapet di Evakuasi dengan pengamanan ketat oleh petugas gabungan ke truck Polisi dan mobil tahanan Kejari Kabupaten Karo guna di tempatkan ke lokasi sementara oleh pihak petugas. Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe Simson Bangun saat kejadian tidak ada di tempat,yang mana menurut pegawai Rutan sedang menjalani pelatihan ke luar kota.

Menurut salah satu staf wanita berinisial M. (28) yang merupakan pegawai Rutan Kelas IIB Kabanjahe yang saat bertugas dan yang paling terakhir keluar ini menuturkan, kalau masih ada tahanan Wanita dan Pria terjebak di dalam, “saya juga terpaksa menyamar menjadi tahanan Wanita agar bisa lolos dari amukan Warga Binaan, kalau tidak tadi saya ganti baju, mungkin saya sudah tak bisa selamat dari amukan Tahanan,” ucapnya dengan muka pucat.

Dan salah satu menurut Staf lainnya mengatakan, “kalau asal mula Api adalah akibat bentrok ataupun sedikit ada selisih paham antar petugas Rutan dan Warga Binaan, hinga warga binaan tak terima yang berujung pembakaran, “ucapnya sambil memohon untuk tidak di publikasi kan nama Staf tersebut.

Ribuan warga sesaki badan jalan disepanjang jalan Veteran hingga ke Jalan Bhayangkara untuk melihat dengan dekat kebakaran Gedung /Kantor dan Rutan (rumah tahanan) Kelas IIB Kabanjahe Kabupaten Karo yang dilalap Api sekira pukul 12.00 WIB, Rabu (12/02) 2020 yang lokasinya tidak jauh dari Tugu Bambu Runcing Kota Kabanjahe yang menghaguskan seluruh Sel (kamar tahanan).

Atas kebakaran tersebut ratusan orang Narapidana (Napi) ataupun Warga Binaan dalam Rutan yang sudah over kapasitas tersebut terpaksa di Evakuasi oleh Petugas gabungan dari Batalyon 125 Simbisa dan personil Polres Tanah Karo ke tempat yang lebih aman dengan penjagaan super ketat.

Pantauan di lokasi Api tampak masih berkobar hingga hampir menjalar ke rumah Dinas Polres Tanah Karo dan ke Masjid di sebelah Gedung Rutan tersebut,dan saat Api makin membesar Napi belum semua dapat dievakuasi keluar akibat situasi kondisi yang memanas, dimana tampak bebatuan melayang dari dalam ke Rutan hingga akhirnya personil Batalyon 125 Simbisa dan personil Polres Tanah datang untuk membantu mengevakuasi.

Beberapa waktu kemudian semua unit Mobil Damkar milik Pemkab Karo diturunkan dan datang silih berganti untuk memadamkan Api. Mengingat akses ke Rutan sempit akibat mobil warga yang terparkir di kiri kanan badan jalan membuat sedikit lamban petugas Damkar untuk masuk. Hingga pukul 15.30 WIB petugas Damkar masih menyiram sumber Api.

Kini Para Napi yang berjumlah 410 orang secara estapet di Evakuasi dengan pengamanan ketat oleh petugas gabungan ke truck Polisi dan mobil tahanan Kejari Kabupaten Karo guna di tempatkan ke lokasi sementara oleh pihak petugas. Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe Simson Bangun saat kejadian tidak ada di tempat,yang mana menurut pegawai Rutan sedang menjalani pelatihan ke luar kota.

Menurut salah satu staf wanita berinisial M. (28) yang merupakan pegawai Rutan Kelas IIB Kabanjahe yang saat bertugas dan yang paling terakhir keluar ini menuturkan, kalau masih ada tahanan Wanita dan Pria terjebak di dalam, “saya juga terpaksa menyamar menjadi tahanan Wanita agar bisa lolos dari amukan Warga Binaan, kalau tidak tadi saya ganti baju, mungkin saya sudah tak bisa selamat dari amukan Tahanan,” ucapnya dengan muka pucat.

Dan salah satu menurut Staf lainnya mengatakan, “kalau asal mula Api adalah akibat bentrok ataupun sedikit ada selisih paham antar petugas Rutan dan Warga Binaan, hinga warga binaan tak terima yang berujung pembakaran, “ucapnya sambil memohon untuk tidak di publikasi kan nama Staf tersebut.(Suriyanto/Anita )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif