Penyaluran Kredit BPR/S Oktober 2019 Capai Rp1,3 Triliun
METRORAKYAT.COM, SIBOLANGIT – Penyaluran Kredit BPR/S (Bank Perkreditan Rakyat/Syariah) sebesar Rp1,3 Triliun per Okt-19 atau (19,18 persen) dan untuk Desember 2018 Kredit BPD (Bank Pembangunan Daerah) Sumut sebesar Rp23,6 Triliun per November 2019 atau 8,64 persen dari Desember 2018.
“Angka tersebut tertinggi sepanjang riwayat pertumbuhan kredit BPD Sumut. Dimana pada tahun-tahun sebelumnya hanya berkisar pada angka 5 persen, sebut Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (OJK KR5 Sumbagut) Yusup Ansori didampingi Deputi Direktur Anton Purba dan Bidang Humas Yovie Sukanda pada acara media gathering “Sinergi kantor OJK Regional 5 Sumbagut dan media partner dalam meningkatkan Literasi Fintech yang Akuntabel”, di Hotel & Resort Sibolangit, Dibolangit Kab Deli Serdang, Jumat (13/12/2019).
Katanya untuk penyaluran kredit UMKM di salurkan untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan perekonomian Sumut lebih baik serta berdaya saing global.
Namun kita dapat melihat dari penyaluran kredit bank umum terhadap UMKM per Oktober 2019 sebesar 59,6 Triliun atau tumbuh 5,16 persen dari Desember 2018. Sementara Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2019 sebesar Rp5,4 Triliun per November yang artinya ada peningkatan 13,16 persen dibanding penyaluran KUR 2018 per November, sebut Yusup.
Untuk Inklusi Keuangan Non Bank (IKNB) menunjukkan angka cukup baik serta cenderung stabil. Dari sisi Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan per Oktober 2019 menyalurkan pembiayaan sebesar Rp18,5 Triliun, meningkat 6,64 persen pada Desember 2018.
Penyaluran pembiayaan dari Perusahaan Modal Ventura juga bertumbuh dengan baik. Terlihat dari realisasi per Sep-19 sebesar Rp39,3 Miliar, tumbuh 48,17% dari Desember 2018.
Dari sisi Asuransi, Asuransi Jiwa di Sumatera Utara mencatatkan jumlah premi Rp7,6 Triliun dan klaim Rp6,4 Triliun per September 2019. Sementara Asuransi Umum mencatatkan jumlah premi Rp1,2 Triliun dan klaim Rp655 Miliar.
Dalam mempercepat akses keuangan daerah bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga Pemerintah Kabupaten Kota (Pemkab/ko) dan Industri Jasa Keuangan dalam TPAKD, OJK KR 5 Sumbagut telah mengadakan 16 rapat dan 16 workshop selama tahun 2019.
Tentu ini sebagai salah satu wujud percepatan akses keuangan daerah yang tercermin pertumbuhnya premi berjalan baik, Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP), dan AsNel (Asuransi Nelayan), tukasnya.
“Untuk realisasi tahun 2019 per bulan September, jumlah petani dan lahan yang diasuransikan dalam AUTP sebesar 2.831 jiwa dan 1.954 ha. Jumlah peternak maupun sapi yang diasuransikan dalam AUTS tercatat sebesar 1.849 jiwa dan 6.807 sapi. Serta jumlah nelayan yang diasuransikan dalam AsNel sebesar 4.653 jiwa,” ungkapnya.
Sedangkan Dana Pensiun, telah menghimpun dana Investasi sebesar Rp1,01 Triliun, meningkat 8,02% dibanding Des-18.
Dari industri Pasar Modal, jumlah rekening investor atau SID tercatat sebesar 96.025 rekening. Jumlah tersebut bertumbuh stabil pada September 2019 di angka 37,97%. Meningkat dibandingkan dengan September 2018 di angka 34,37%.
Saham yang dimiliki investor di Sumut mengalami peningkatan yang sinifikan. Di bulan September 2019, kepemilikan saham tercatat sebesar Rp 9,2 Triliun timbuh 5,43 persen jika dibanding Desember 2018.
“Pencapaian ini tentu membuat OJK KR5 Sumbagut menerima penghargaan dari Bank Indonesia (BI) sebagai Mitra Strategis Terbaik Instansi Vertikal 2019,” ungkapnya.
Di sisi lain bukan hanya menjalankan fungsi pengaturan maupun pengawasan, OJK KR5 Sumbagut senantiasa melindungi masyarakat dengan menerima dan menindaklanjuti keluh kesah nasabah jasa keuangan. Selama tahun 2019, OJK KR 5 Sumbagut telah menerima 233 pengaduan nasabah. Keseluruhannya dapat dituntaskan.
“Pengaduan tersebut terdiri dari 88 pengaduan Perbankan, 91 pengaduan terkait Asuransi, 53 pengaduan terkait Pembiayaan, dan 1 pengaduan terkait Pasar Modal. 100% dari pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti oleh OJK KR 5 Sumbagut,” pungkas Yusuf Ansori. Ini hasil yang harus menerima apresiasi dari BI dan para stakeholder di Sumut. (MR/JB Rumapea).
